Nalello & Achel : Papua untuk Jakarta, Jakarta untuk Indonesia

• Senin, 8 Jul 2019 - 00:00 WIB

Jakarta - Lomba Aransemen Theme Song SETIA 2019 telah usai digelar. Ajang bergengsi yang diikuti lebih dari 1.239 musisi yang tergabung dalam 177 Group Band/Duo dari 39 Kota/Kabupaten di 15 Provinsi se- Indonesia ini dimenangkan musisi asal Papua, Nalello dan Achel.

 

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta mengadakan Talkshow bertajuk “Bedah Aransemen Theme Song SETIA Nalello & Achel” dengan menghadirkan sang pemenang, Nalello dan Achel, Ketua Dewan Juri Lomba Aransemen Theme Song SETIA, Annisa Theresia Ebenna Ezeria, atau yang dikenal Tere dan Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra. Talkshow tersebut dipandu Steny Agustaf yang merupakan seorang penyiar radio sekaligus pembawa acara yang populer di Indonesia.

 

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra menjelaskan SETIA yang selama ini digaungkan melalui berbagai program komunikasi masyarakat terpadu dan terintegrasi (government branding) merupakan singkatan dari tata nilai atau kredo yaitu Solusi, Empati, Tegas, Inovasi dan Andal, yang wajib dipenuhi oleh seluruh jajaran DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan nyata kepada warga Ibukota.

 

“Kita pasti sudah mendengar atau bahkan menyanyikan lagu SETIA berulang kali. Namun, apakah kita sudah benar- benar memahami makna yang terdapat dalam lagu tersebut? Hari ini saya ingin menegaskan kembali bahwa Solusi, Empati, Tegas, Inovasi dan Andal merupakan tata nilai atau kredo yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan nyata bagi warga Ibukota,” jelas Benni dalam keterangan langsung di Taman Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta, Jumat, (5/7/2019).

 

Mengenai alasan diadakan Lomba Aransemen Theme Song SETIA, terbuka untuk umum atau tingkat nasional, Benni mengaku ingin menularkan semangat Urus Izin Sendiri Itu Mudah kepada masyarakat tidak hanya di Jakarta, namun di seluruh wilayah di Indonesia. Dirinya juga berharap mampu menginspirasi seluruh instansi pemerintahan lainnya untuk dapat mewujudkan pelayanan publik yang prima di Indonesia, sebagaimana amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dimana Pelayanan Publik yang Prima merupakan kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga negara.

 

“Kami meyakini bahwa pelayanan publik yang prima merupakan kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga negara, sehingga kami mengadakan lomba ini terbuka untuk umum atau nasional agar dapat menularkan semangat Urus Izin Sendiri Itu Mudah ke seluruh nusantara,” papar Benni.

 

Semangat Urus Izin Sendiri Itu Mudah yang disebarluaskan dari Aceh sampai Papua melalui lomba Aransemen Theme Song SETIA menunjukkan hasil positif. Hal tersebut tampak dari pernyataan Nalello dan Achel yang mengaku tertarik dengan gerakan ini dan ingin menularkan semangat yang sama di Papua. Berangkat dari hal itu, mereka pun memutuskan untuk mengikuti lomba ini.

 

“Kami sangat terkesan dengan tagline DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta "Urus Izin Sendiri Itu Mudah" yaitu sebuah gerakan atau movement untuk mengajak seluruh masyarakat agar mengurus izinnya sendiri tanpa menggunakan jasa pihak ketiga atau calo.” ujar Achel.

 

Achel berharap dengan memenangkan lomba ini karyanya dapat dilihat. Dirinya bersama rekannya Nalello ingin menunjukkan kepada warga ibukota bahwa di Papua juga ada musisi-musisi hebat dan dirinya ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga turut membangun bangsa dengan mendukung terwujudnya pelayanan publik yang prima bukan saja di Jakarta tetapi di seluruh daerah di Indonesia.

 

“Kami sangat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang prima bukan saja di Jakarta tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia. Filosofi kami mengikuti lomba ini adalah, Papua untuk Jakarta, Jakarta untuk Indonesia,” jelas Achel, pemuda yang berstatus sebagai Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua dan tergabung dalam komunitas musik “Indonesia Art Movement” Papua, tersebut.

 

Sedangkan dalam proses pembuatan Aransemen Theme Song SETIA, Nalello dan Achel mengaku sengaja memadukan unsur musik modern dan tradisional dengan penambahan kalimat “E Mambo” pada bagian intro yang diambil dari lagu daerah suku Asmat Papua, disertai suara burung Cenderawasih khas Papua. Proses pembuatan aransemen dan video klip ini sendiri membutuhkan waktu satu minggu.

 

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Tere selaku ketua dewan juri mengaku cukup sulit menentukan juara Lomba Aransemen Theme Song SETIA karena seluruh peserta telah menampilkan musikalitas yang sangat baik dan menampilkan karya yang unik dengan ciri khas masing-masing daerah asal peserta. Namun, Nalello dan Achel dikatakannya yang terbaik pilihan juri serta memiliki nilai tambah dari segi kreatifitas dan kemampuannya dalam menyampaikan pesan SETIA yang sangat kuat pada karya aransemen mereka.

 

“Kami terpukau dengan musikalitas Nalello dan Achel serta yang terpenting adalah aransemen musik mereka mampu mengambarkan tata nilai atau kredo DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta yaitu SETIA. Ini merupakan penilaian utama kami,” ujar Musisi yang saat ini lebih dikenal sebagai Konsultan Musik Independen dan Konsultan Kekayaan Intelektual.