Bikin Ulah, Kru Kabin British Airways Mabuk dan Berjalan Telanjang di Singapura

• Monday, 8 Jul 2019 - 13:15 WIB

SINGAPURA - Tiga kru maskapai British Airways dibebastugaskan setelah melakukan perbuatan tak patut saat menginap di hotel Singapura untuk transit.

 

Dua kru pria dan seorang perempuan berjalan sambil telanjang di koridor hotel setelah mereka menggelar pesta minuman keras pada pekan lalu.

 

Ketiga kru itu sudah dikirim pulang dan sedang menjalani pemeriksaan oleh maskapai, mereka terancam dipecat.

 

Dilaporkan The Sun yang mengutip sumber maskapai, kru kabin juga menyelundupkan minuman beralkohol dari pesawat yang terbang dari Bandara Heathrow, London, ke Singapura.

 

"Ada beberapa kru riang di pesawat ini. Ada ciuman, menari, dan meraba-raba di antara kru yang semuanya telanjang. Tidak butuh waktu lama untuk 'memutar botol' dan memulai, ini merupakan permainan memabukkan yang konyol dan berani, sengaja dibuat untuk menjadikan semua orang teler," kata sumber itu.

 

Dalam kondisi mabuk, ketiganya melakukan tantangan siapa yang berani berjalan sambil telanjang di koridor hotel dan mengetuk pintu kamar orang lain.

 

Apes bagi mereka, salah satu kamar yang diketuk pintunya merupakan seorang pejabat British Airways. Dia langsung melaporkan ulah para kru itu ke London.

 

Tak cuma tamu, menurut laporan The Sun, para pengelola hotel juga muak dengan perilaku para kru tersebut. Apalagi ada keluhan soal kasus pelecehan seksual dan aksi mereka melempar seorang staf hotel ke kolam renang.

 

Laporan tak menyebut nama hotel tempat para kru menginap.

 

"Kami mengharapkan semua tim di seluruh dunia menerapkan standar perilaku tinggi dan kami sedang menyelidiki apa yang terjadi. Kami tidak akan memberikan toleransi atas perilaku nakal kolega dan akan selalu menyelidiki sepenuhnya setiap keluhan dan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan," bunyi keterangan British Airways, kepada The New Paper.

 

Ini bukan kali pertama kru kabin British Airways membuat ulah saat menginap di hotel Singapura. Tahun lalu, media Inggris melaporkan seorang anggota kru pria memerkosa pramugari yang sedang transit.

 

Peristiwa itu diduga terjadi saat pesta miras dan mereka tidak dalam kondisi bertugas. Usai kejadian, seorang pria Inggris berusia 46 tahun ditangkap, namun kelanjutan kasusnya tidak diketahui.