Ibadah Haji, Ini Tips Mencegah Heatstroke

• Tuesday, 9 Jul 2019 - 10:39 WIB

Musim haji 2019 ini bertepatan dengan musim panas di negeri Arab. Perkiraan suhu udara akan sangat tinggi, bahkan mencapai 40° Celcius. Cuaca sangat panas semacam ini bisa mengganggu kesehatan jamaah haji, sehingga pelaksanaan haji bisa menjadi tidak maksimal.

 

Seperti dilansir NU Online, salah satu gangguan kesehatan akibat panas yang kerap mengancam jamaah haji dan umrah adalah gejala heatstroke. Heatstroke atau sengatan panas didefinisikan sebagai kondisi suhu tubuh meningkat sangat tinggi dengan adanya gangguan tubuh sistemik.

 

Kondisi ini disebabkan paparan panas ekstrem berlebih, atau peningkatan aktivitas fisik pada suhu tubuh maupun lingkungan tinggi. Keduanya adalah dua hal yang niscaya akan dihadapi jamaah haji maupun umrah.

 

Masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa dengan cuaca panas ekstrem harus menyesuaikan diri. Kondisi temperatur udara yang dapat diterima oleh seseorang erat kaitannya dengan kelembaban udara.

 

Kelembaban udara di beberapa lokasi ibadah haji, juga Arab Saudi secara umum cenderung kering. Udara kering membuat cairan tubuh akan mudah menguap.

 

Ketika suhu tubuh sangat tinggi sampai 39 Celsius, tubuh dapat memasuki fase heatstroke. Fase ini ditandai dengan rasa sangat haus, letih, mual muntah, pusing, pembuluh nadi teraba cepat dan kuat, kulit panas dan kering, hingga penurunan kesadaran menjadi gejala yang muncul pada korban heatstroke.

 

Kurang minum, berkeringat sangat banyak, dan cairan tubuh yang menguap secara masif akibat cuaca panas dapat berujung pada dehidrasi berat. Lebih berbahaya lagi saat terjadi syok hipovolemik akibat kandungan air dan elektrolit dalam darah berkurang drastis.

 

Akibat paling fatal dari heatstroke adalah kegagalan fungsi organ secara sistemik, yang disebut total organ failure, dengan manifestasi berupa gagal ginjal, gagal jantung, dan gagal otak yang berujung pada kematian.

 

Mengingat ekstremnya lingkungan lokasi haji di Arab serta berat dan padatnya aktivitas ibadah haji, Kementerian Kesehatan RI merilis tips saat ibadah haji maupun umrah yang perlu dilakukan guna mencegah heatstroke sebagai berikut:

 

1. Perbanyak minum air setiap 2-3 jam, tidak perlu menunggu haus. Hal ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat memicu gangguan tubuh secara sistemik. Salah satu pemicu heatstroke juga kurangnya asupan cairan. Minum air secara rutin dapat mengurangi risiko ini.

 

2. Semprotkan air ke wajah dan bagian tubuh lainnya yang terkena sinar matahari. Pada heatstroke, cuaca panas ekstrem menyebabkan penguapan cairan tubuh yang masif. Mengondisikan badan tetap lembab akan mengurangi evaporasi berlebih cairan tubuh tersebut.

 

3. Menggunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat. Pakaian yang longgar akan mengurangi penguapan cairan, serta mengurangi terperangkapnya panas yang memicu peningkatan suhu tubuh.

 

4. Bagi jamaah berusia lanjut atau jamaah dengan kebutuhan khusus, sebaiknya berpergian dengan pendamping. Sangat riskan bagi lansia jika tidak didampingi karena berbagai risiko yang mungkin terjadi, terlebih sudah mengidap penyakit tertentu sebelumnya.

 

5. Menggunakan alas kaki, pakai payung dan penutup kepala jika bepergian. Ini di luar rangkaian haji dan umrah yang melarang penggunaan asesoris tersebut. Penutup kepala dan payung dapat mengurangi paparan langsung sinar matahari sehingga hidrasi tubuh tetap terjaga.

 

Demikianlah beberapa hal tentang gejala heatstroke yang mengancam jamaah haji dan umrah, disertai cara pencegahannya. Bukankah akan lebih banyak fadhilah yang bisa didapat jika ibadah haji bisa dijalani dengan bugar, mulai berangkat hingga kembali ke Tanah Air? Semoga haji dan umrah Anda mabrur dan lancar, dan bagi yang belum berkesempatan semoga dimudahkan Allah.