Miliki Ribuan Foto Telanjang Gadis Bawah Umur, Miliarder AS Terancam Vonis 45 Tahun Penjara

• Selasa, 9 Jul 2019 - 00:00 WIB

NEW YORK - Ratusan, bahkan mungkin ribuan foto telanjang gadis di bawah umur telah disita dari properti milik miliarder Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein di New York sebagai bagian dari penyelidikan kasus pelanggaran seksual terhadap pemodal yang dekat dengan elit politik Negeri Paman Sam itu. Penyelidikan itu diluncurkan setelah pihak berwenang menangkap miliarder berusia 66 tahun itu di Bandara Teterboro, New York saat dia tiba dari Paris, Prancis pada Senin.

 

Sebelumnya pada hari yang sama, jaksa penuntut negara membuka dakwaan yang menuduh Epstein atas dugaan perdagangan seks dan konspirasi perdagangan seks, yang menargetkan puluhan korban, beberapa di antaranya berusia di bawah 14 tahun. Jika terbukti bersalah, Epstein menghadapi ancaman hukuman 45 tahun di balik jeruji besi.

 

Surat dakwaan itu menuduh Epstein terlibat dalam kegiatan seks dengan puluhan anak di bawah umur, beberapa di antaranya berusia 14 tahun, selama sesi pijat telanjang, sebelum membayar mereka ratusan dolar tunai sehingga mereka akan merekrut gadis-gadis di bawah umur lainnya.

 

Epstein yang merupakan seorang mantan manajer dana lindung nilai (hedge fund), muncul di pengadilan pada Senin dan menolak tuduhan pelecehan seksual dan menyatakan dirinya tidak bersalah.

 

Jaksa menuntut meminta hakim untuk tidak mengabulkan permohonan bebas dengan jaminan yang diajukan Epstein dengan alasan bahwa tersangkan “tidak memperbaiki diri, tidak belajar dari hukuman, dan tidak bertobat.” Demikian diwartakan Sputnik, Selasa (9/7/2019).

 

Pria berusia 66 tahun itu dikenal sering bersosialisasi dengan politisi dan selebriti, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Bill Clinton, juga keluarga kerajaan.

 

Dia pertama kali menjadi subjek investigasi pada 2005 setelah polisi di Palm Beach, Florida, menerima laporan bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di rumah mewahnya di sana. Epstein mengatakan dalam pengajuan pengadilan bahwa pertemuannya dengan orang yang diduga sebagai korban adalah suka sama suka dan dia yakin mereka berusia di atas 18 tahun ketika insiden itu terjadi.

 

Epstein awalnya mencapai kesepakatan pembelaan kontroversial di Florida terkait kasus ini, sehingga menghindari penuntutan federal atas tuduhan tersebut. Sejak saat itu, kesepakatan tersebut telah ditentang di pengadilan oleh sejumlah penuduhnya, yang berpendapat bahwa mereka tidak diberi kesempatan untuk menyuarakan kesaksian mereka yang melanggar Undang-Undang Hak Korban-Korban Federal - sebuah fakta yang kemudian dikonfirmasi oleh hakim Florida.