Tips Mengatasi Menstruasi bagi Calon Jamaah Haji

• Monday, 15 Jul 2019 - 09:29 WIB

JAKARTA - Banyak yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Bagi kaum muslimah, salah satu hal yang harus diantisipasi adalah siklus haid bulanan. Tentu mereka tidak ingin saat puncak haji mengalami datang bulan. Masalah menstruasi ini memang menjadi kekhawatiran banyak muslimah. 


Sesungguhnya menstruasi dapat dikendalikan. Bagi jamaah haji wanita yang berada pada usia reproduksi bisa mengatur jumlah hormon dalam tubuhnya dengan bantuan obat-obatan tertentu. Pengaturan ini bertujuan untuk mengatur hormonal sehingga siklus menstruasi bisa disesuaikan dengan waktu ibadah yang diinginkan.


''Jadi pada jamaah wanita yang usia reproduksi yang berusaha untuk mengatur siklus haidnya agar pada waktu ibadah wajib itu tidak mengalami menstruasi, jamaah bisa mengaturnya dengan memajukan atau memundurkan siklus haidnya,'' kata dr. Mona, Sp.OG.


Mona, dokter spesialis kebidanan yang juga anggota Tim Promotif Preventif 2019, menyarankan para calon jamaah haji wanita yang akan mengontrol siklus haid bisa dengan melakukan rekayasa hormonal. Ini dilakukan dengan pemakaian obat-obatan yang mengandung hormon seperti pil kontrasepsi. Pil kontrasepsi ini mengandung hormon estrogen atau progesteron dengan dosis tertentu.


Penggunaan pil kontrasepsi ini tidak bisa sembarangan, melainkan harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter, baik saat di Indonesia maupun ketika sudah sampai di Arab Saudi. Pada beberapa orang, pemakaian pil kontrasepsi memiliki efek samping, seperti sakit kepala dan mual. Jika hal ini terjadi, maka bisa diatasi dengan mengganti kombinasi yang berisi hormon lain. Bisa juga dengan metode kontrasepsi lainnya seperti suntik.


''Untuk kapan digunakan obat itu, kapan obat pakai itu, sudah harus dikonsultasikan sama dokter yang bertugas untuk memantau kapan waktu haidnya. Jadi pada waktu wukuf nanti sudah diprediksi, oh saya tidak akan haid pada waktu nanti,'' terang Mona.


Ada beberapa tips untuk calon jamaah haji wanita yang akan mencoba metode kontrasepsi saat berhaji atau umroh. Pertama, ketahui waktu siklus haid sehingga bisa mengetahui dan menghitung tanggalnya, apakah akan dimajukan atau dimundurkan.



Kedua, kontrasepsi dengan kandungan hormon progesteron digunakan dua minggu sebelum waktu siklus haid berikutnya. Apabila menggunakan yang mengandung hormon kombinasi (progesteron dan estrogen) bisa diminum di hari kedua sampai kelima siklus haid.


Berikutnya, ada alternatif selain penggunaan pil, yaitu kontrasepsi jenis suntik. Ada dua pilihan yang tersedia, suntikan untuk jangka waktu 4 minggu atau 12 minggu.


Terakhir, konsumsi pil harus teratur waktunya, karena jika tidak maka bisa terjadi gangguan seperti keluar flek atau pendarahan. Bahkan bisa berpotensi gagal, terjadi menstruasi. Mona mencontohkan jika pil harus diminum sehari dua kali, maka pembagiannya harus konsisten setiap 12 jam sekali minum satu pil. Jika konsumsi pertama pukul 7 pagi, maka pil kedua harus diminum pukul 7 malam, jangan sampai terlambat.


Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc mengatakan, pihaknya penyediaan layanan dokter spesialis kebidanan. Apa yang dolakukan ini adalah salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan reproduksi bagi calon jamaah haji wanita.