Menteri Susi Kirim 173.800 Anak Lobster 'Berlibur' di Bali

• Senin, 15 Jul 2019 - 09:56 WIB

KEBIASAAN para nelayan menangkap ikan dengan pukat harimau membuat hewan laut yang masih berusia muda ikut tertangkap. Hal inilah yang membuat Menteri Susi geram, karena menyebabkan ekosistem laut menjadi tidak seimbang.

 

Mereka menjadi semakin sulit untuk berkembang biak lantaran jumlahnya semakin menipis karena terus ditangkap oleh manusia. Alhasil Menteri Susi pun membuat aturan yang melarang penangkapan ikan menggunakan cantrang, agar ikan-ikan yang masih muda tidak ikut tertangkap.

 

frame frameborder="0" height="1" id="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" name="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" scrolling="no" title="3rd party ad content" width="1">Belum lama ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti melakukan kampanye dengan memberikan edukasi kepada masyarakat setempat agar turut menjaga keseimbangan ekosistem laut.

 

Dalam sebuah video singkat yang diunggah di akun Instagram @susipudjiastuti115, wanita asal Pangandaran tersebut melepas 173.800 benih lobster di kawasan Nusa Penida dan Nusa Dua, Bali. Hal ini dilakukan agar habitat lobster di laut tidak terganggu sehingga mereka bisa berkembang biak dengan baik.

Dalam video tersebut Menteri Susi juga memberikan sedikit penjelasan kepasa masyarakat menggunakan bahasa Inggris seputar lobster. Dalam video tersebut Susi mengajak masyarakat untuk tidak menangkapi lagi benih-benih lobster.

 

Pasalnya lobster tidak bisa dibudidayakan di rumah dan hanya bisa hidup di alam. Sehingga stok lobster di Indonesia hanya ada di alam. Oleh sebab itu Menteri Susi menyarankan untuk mengembalikan benih-benih lobster ini ke alam untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.