Kalimantan Siap Penuhi Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru

• Senin, 15 Jul 2019 - 10:11 WIB

JAKARTA – PT PLN (Persero) Regional Kalimantan memastikan siap memenuhi kebutuhan listrik kalangan industri. Saat ini kondisi kelistrikan di Kalimantan tercatat memiliki cadangan sebesar 331,5 MW.

 

Angka cadangan tersebut berasal dari daya mampu neto sebesar 1.778 MW, sementara beban listrik yang harus dipasok sebesar 1.446,5 MW. Adapun daya mampu pasok dari pembangkit listrik yang ada di Kalimantan total mencapai 1.984 MW.

 

Direktur Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri mengungkapkan, kondisi kelistrikan di Pulau Borneo ke depan semakin andal menyusul akan rampungnya beberapa pembangkit baru. Tahun ini saja akan ada pasokan dari dua independen power producer (IPP) masing-masing berkapasitas 200 MW.

 

“Tahun depan juga akan masuk lagi 400 MW sehingga total setahun ke depan akan bertambah 800 MW,” kata Machnizon saat berbincang dengan media di Jakarta, Jumat (12/7).

 

Saat ini kelistrikan Kalimantan terdiri atas dua grid , yakni Sistem Katulistiwa dan Sistem Kalimantan. Sistem Kalimantan merupakan interkoneksi antara subsistem Barito di Kalimantan Selatan dan Tengah serta subsistem Mahakam di Kalimantan Timur.

 

Di luar kedua sistem grid tersebut, kelistrikan Kalimantan disuplai melalui sistem-sistem isolated. Machnizon mengungkapkan, secara keseluruhan penjualan listrik di Kalimantan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan hingga Mei 2019 mencapai 10,09% di atas pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang berada di kisaran 6-7%.

 

“Trennya terus naik sejak Januari tahun lalu. Ini seiring dengan masuknya sejumlah industri di berbagai wilayah di Kalimantan,” katanya.

 

Dia mengatakan, dengan kondisi listrik saat ini dan adanya beberapa pembangkit yang sedang dibangun, PLN optimistis bisa memenuhi kebutuhan pelanggan termasuk pasokan untuk daerah ibu kota baru jika terealisasi di Kali mantan.

 

“Kemarin kan yang beredar calon ibu kota itu di Gunung Mas atau Bukit Suharto yang sudah disurvei, di manapun nanti tempatnya kita siap,” ujar dia.

 

Menurut Machnizon, kebutuhan listrik untuk ibu kota baru diperkirakan mencapai 500 MW dan diyakini bisa di penuhi. Angka sebesar itu berkaca pada kebutuhan listrik di Putrajaya, ibu kota baru Malaysia.