Didesak Nikah Siri dan Ditagih Utang jadi Alasan Deni Bunuh dan Mutilasi Korban

• Monday, 15 Jul 2019 - 17:06 WIB

PURWOKERTO, – Deni Priyanto, tersangka pembunuhan berencana dengan mutilasi mengaku nekat membunuh korban Komsatun Wachidah (KW) karena kesal didesak untuk menikah siri dan ditagih utang sebesar Rp25 juta. 



“Korban minta uang Rp25 juta dibalikin dan minta dinikahin. Nikah siri di Banjar (Banjarnegara). Saya tidak punya uang dan saya tidak bisa nikahi. Saya sudah punya anak, pak,” kata Deni Priyanto saat dihadirkan dalam gelar perkara kasus pembunuhan dan mutilasi di Mapolres Banyumas, Senin (15/7/2019).


Deni pun lantas mulai menyusun rencana pembunuhan terhadap KW. Dia berangkat ke Bandung, Jawa Barat untuk menemui korban. Saat itu, Deni beralasan akan membayar utang dan berjanji menikahi secara siri.



Namun, janji Deni semuanya palsu. Setelah bertemu dan bahkan sempat berhubungan intim dengan korban di kamar kos Deni di kawasan Rancasari, Bandung, tersangka membunuh korban dengan cara memukulkan palu ke kepala korban hingga tak sadarkan diri. 


Tersangka kembali menghantamkan palu ke kepala korban hingga tak bergerak. Setelah memastikan korban tewas, tersangka membawanya ke kamar mandi.

 

Dia selanjutnya keluar dan mengunci kamar untuk membeli beberapa peralatan, seperti kantong plastik hitam, golok serta boks kontainer plastik. 

Tersangka kemudian datang kembali dengan membawa peralatan. Pada bagian awal, dia memutilasi kepala korban dan lainnya. Seluruh potongan tubuh itu kemudian dimasukan dalam plastik hitam. 


Selanjutnya, dia menempatkan plastik tersebut ke dalam boks kontainer plastik dan menaruhnya di bagian belakang mobil serta mulai berkendara.


Setiba di daerah Banyumas, tersangka kemudian membuang tubuh korban di tiga lokasi berbeda. Seluruhnya bagian tubuh korban dibakar terlebih dahulu sebelum dibuang. 


Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, tersangka sudah merencanakan aksinya sejak berangkat dari rumahnya di Banjarnegara. “Tersangka ini sudah merencanakan aksinya dengan matang,” katanya.


Selain menyita palu sebagai alat utama membunuh korban, kata dia, penyidik juga menyita beberapa barang bukti lainnya seperti laptop, sejumlah uang, BPKB mobil, tiga mobil di antaranya Daihatsu Xenia dan Timor, serta barang bukti lainnya. 


“Tersangka ini kita jerat dengan Pasal 340 dan 365 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati,” katanya. (iNews.id)