Teknologi Canggih, Operasi Katarak Sangat Aman

• Monday, 15 Jul 2019 - 19:16 WIB

JAKARTA - Jumlah penderita katarak di Indonesia saat ini sekitar 2,4 juta orang dan terus bertambah satu persen setiap tahunnya. Penderita katarak rata-rata masih di usia produktif.

Tingginya jumlah penderita katarak disebabkan stigma masyarakat kalau pengobatan katarak harus menunggu waktu yang cukup lama.

Agar lapisan katarak di lensa mata matang sehingga bisa dilakukan pengerokan. Padahal, saat ini operasi katarak sudah semakin mudah dan tidak perlu ditakuti.

CEO Klinik Mata Nusantara (KMN) EyeCare, Dr. Rudy C. Susilo menjelaskan, KMN EyeCare juga didukung dengan teknologi canggih. Operasi Katarak di KMN EyeCare menggunakan metode fakoemulsifikasi dengan alat mutakhir bernama Centurion keluaran Alcon Laboratories dari Amerika Serikat.

"Dalam operasi Katarak yang menggunakan alat ini, sayatan yang dibuat jadi teramat kecil. Sehingga proses penyembuhan pasien lebih aman dan cepat," kata Rudy di KMN EyeCare Kemayoran, The Mansion Fontana Kemayoran, Jakarta Pusat (15/7/2019).

KMN EyeCare, lanjut Rudy, hanya menggunakan lensa tanam berkualitas tinggi untuk menggantikan lensa yang mengeruh (katarak) yang “diambil”.

Lensa tanam yang digunakan di KMN EyeCare adalah produk dari Alcon, USA yang tentunya akan memberikan kualitas penglihatan yang baik setelah operasi.

"Lensa tanam ini juga dilengkapi dengan perlindungan terhadap sinar ultra violet, sehingga lebih nyaman bagi pasien," tegas Rudy.

Hal ini diamini artis senior Widyawati. Istri mendiang aktor Sophan Sophian ini merupakan salah satu pasien KMN EyeCare. Widyawati mengakui, bahwa pelayanan KMN EyeCare dari awal datang hingga pasca operasi sangat-sangat memuaskan.

Operasi Katarak yang dijalaninya pun tidak berlangsung lama dan sangat nyaman karena tidak ada suntikan di mata, tidak ada jahitan dan mata tidak perlu ditutup setelah operasi.

"Bahkan, saya dapat langsung pulang ke rumah di hari yang sama. Semuanya karena didukung oleh tenaga ahli yang profesional dan teknologi yang canggih," kata Widyawati.

Setelah operasi, ia merasa seperti terlahir kembali karena mata bisa melihat lebih jelas dan jernih. "Saya juga tidak perlu lagi memakai kaca mata yang sering mengganggu saat pengambilan gambar atau shooting film,” ujarnya.

Tak Usah Takut Operasi Katarak

KMN EyeCare memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia yaitu Katarak.

CEO KMN EyeCare, Dr. Rudy C. Susilo mengatakan penanganan katarak kini sudah sangat modern dan tidak perlu ditakuti lagi.

"Kini katarak sudah dapat ditangani secara modern, jadi tidak perlu ditakuti," kata CEO KMN EyeCare, Dr. Rudy C. Susilo

Dr. Rudy menjelaskan operasi katarak memang tidak dapat dilakukan pada kedua mata secara bersamaan. Mata pertama yang dioperasi harus menunjukkan hasil yang baik dulu sebelum mata kedua dapat dioperasi.

Prosedur keamanan operasi katarak menurutnya, sudah seharusnya dipastikan dari sebelum pasien masuk ruang operasi.

"Di KMN EyeCare, pasien katarak diharuskan untuk menjalani sederetan pemeriksaan komprehensif sebelum menjalani operasi," ungkap Dr. Rudy.

Ia mengatakan selain pemeriksaan komprehensif di awal, KMN EyeCare juga didukung dengan teknologi canggih. Operasi katarak di KMN EyeCare menggunakan metode fakoemulsifikasi dengan alat mutakhir bernama Centurion keluaran Alcon Laboratories dari Amerika Serikat.

"Dalam operasi katarak yang menggunakan alat ini, sayatan yang dibuat jadi teramat kecil, sehingga proses penyembuhan pasien lebih aman dan cepat," tuturnya.
(ANP)