Mama Idil Berangkat Haji Berkat Rajin Menabung Hasil Jualan di Kantin

• Rabu, 17 Jul 2019 - 11:43 WIB

BANJARMASIN – Tingginya biaya ibadah haji, plus daftar tunggu yang begitu lama, ternyata tidak menyurutkan keinginan umat Islam di Banua, Kalimantan Selatan, untuk bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima itu.

 

Materi pun tidak menjadi halangan. Dengan niat lurus ingin menjadi tamu AllahSubhanahu wa ta'ala beribadah menatap Kakbah secara langsung, ternyata ada saja jalan dan rezekinya.

 

Hal itu seperti dialami Inar Amit Undal. Ibu berusia lanjut yang pada 19 Oktober 2019 nanti genap berusia 85 tahun ini hanya mengumpulkan uang dari hasil berjualan di kantin sekolah, hingga akhirnya bisa berangkat haji.

 

"Saya menabung Rp30 ribu sehari dari hasil jualan. Setelah terkumpul Rp25 juta, saya lakukan setoran awal daftar haji pada tahun 2016," kata Mama Idil –sapaan akrabnya, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Rabu (17/7/2019).

 

Mama Idil terbilang sangat beruntung. Doanya untuk bisa berhaji di sisa masa hidupnya diijabah Allah Subhanahu wa ta'ala. Betapa tidak, jika sesuai daftar tunggu haji di Kalsel saat ini 31 tahun, maka seharusnya dia mendapat giliran berangkat pada 2047. Tentu waktu yang sangat lama dan rasanya kecil peluang untuknya yang sudah lansia.

 

Namun, tidak ada yang mustahil di dunia, sepanjang ada niat pasti ada jalan. Rezeki untuk beribadah haji pun datang menghampirinya. Di mana ada kuota tambahan untuk haji Indonesia keberangkatan 2019 sebanyak 10.000 jamaah, setelah Presiden Joko Widodo bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud di Istana Al Qahr al Khas, Riyadh, pada 14 April 2019.

 

Sang anak bungsu, Badrun, tiba-tiba dihubungi petugas Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin pada Ramadan lalu yang memberitahukan bahwa ibunda tercinta termasuk kuota tambahan untuk berangkat haji tahun ini.

 

Uang tabungan yang dikumpulkannya pun dibuka dan dihitung untuk segera melunasi sisa biaya haji reguler yang tahun ini Rp37.885.084.

 

"Alhamdulillah uangnya cukup dan saya bisa melunasi," tutur Mama Idil yang kelahiran Desa Masukau Luar, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, saat ditemui di Kantin MAN 3 Banjarmasin, tempatnya berjualan makanan ringan dan aneka minuman instan khas kantin sekolah.

 

Sebelum mulai berjualan secara menetap di kantin sekolah pada 2005, wanita yang memiliki enam anak ini hanya jadi pedagang kue tradisional Banjar secara keliling dari kampung ke kampung sekitar rumahnya di Jalan Sutoyo S, Kompleks Hidayatullah, RT 30, Banjarmasin Tengah.

 

Lantaran kerap menitipkan dagangan di kantin sekolah, Mama Idil mendapat tawaran menggunakan satu blok kantin sekolah berukuran tidak lebih dari 1,5 meter persegi untuk berjualan. Alhasil sejak saat itulah Mama Idil berjualan dengan dibantu anaknya.

 

Sepeninggal sang suami, Jamhari (alm) 17 tahun silam, Mama Idil memang harus banting tulang bekerja mencari nafkah. Niatnya pun hanya satu yaitu ingin naik haji.

 

"Mama memang niatnya kuat mau naik haji dan hasil untung berjualan Beliau tabung terus," ujar Badrun, sang anak, yang membantu ibunya berjualan.

 

Tanah Suci Makkah. (Foto: Ist)

 

Badrun mengungkapkan bahwa ibunya rajin salat malam untuk Tahajut dan puasa Senin-Kamis. Lantunan bacaan salawat juga terus mengalir di bibir sang ibu.

 

"Alhamdulillah Beliau juga sangat sehat. Mengangkat air dua ember saja masih kuat. Insya Allah Beliau dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji nanti dan kembali dengan selamat menjadi haji mabrur," jelasnya.

 

Atas keberangkatan ibunya, Badrun menyampaikan terima kasih tidak terhingga kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan Presiden Jokowi yang telah berhasil memperjuangkan tambahan kuota haji, sehingga para calon jamaah haji kategori lansia seperti ibunya dapat terpilih berangkat tahun ini.

 

Ditemui terpisah, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Banjarmasin H Burhan Noor mengatakan Mama Idil termasuk Kloter 19 yang akan masuk Asrama Haji pada 3 Agustus 2019 dan berangkat ke Tanah Suci hari berikutnya.

 

Burhan juga menjelaskan terkait kuota tambahan, di mana dari 10.000 jamaah haji, Kalsel mendapat jatah 324 orang, dan termasuk untuk Kota Banjarmasin 58 orang.

 

Adapun kategori terseleksi dijatah 50 persen untuk urut umur paling tua hingga bawah sampai 75 tahun dan 50 persen nomor porsi selanjutnya.

 

Jamaah haji Indonesia. (Foto: Okezone)

 

"Setelah ada kepastian tambahan kuota, lalu dibuka pelunasan tahap III dan ada 49 orang melunasi dengan rincian 30 lansia dan pendamping serta 19 orang untuk nomor porsi selanjutnya. Kemudian masih ada tersisa dari jatah 324 orang tadi, ditambah lagi 9 orang terdiri dari 4 lansia dan 5 orang nomor porsi selanjutnya," papar Burhan sembari mengatakan tahun ini 690 jamaah calon haji Kota Banjarmasin berangkat ke Tanah Suci.

 

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, jamaah calon haji yang terdaftar melakukan setoran awal haji sebanyak 118 ribu orang. Itu artinya, masa tunggu jika daftar sekarang, maka perkiraan 31 tahun baru dapat giliran berangkat.