Polisi Sebut Kamera Tilang Elektronik Bisa Bantu Buru Pelaku Kriminal

• Wednesday, 17 Jul 2019 - 14:38 WIB

JAKARTA - Kamera tilang elektronik (e-TLE) dapat membantu pemburuan pelaku kriminal karena akan terekam oleh kamera canggih. Hal itu pun disampaikan oleh Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir.

 

"Kamera ini di samping pelanggaran lalin juga bisa dimanfaatkan terhadap jenis-jenis kegiatan kejahatan yang memacu tindak pidana. Juga pelarian kendaraan yang melintas di jalur tersebut ketika kejahatan terjadi di lain tempat," kata Nasir saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

 

Lebih lanjut Nasir menjelaskan kalau seluruh kendaraan yang terekam kamera e-TLE itu akan diseleksi oleh petugas di TMC Polda Metro Jaya. Sehingga petugas bisa mencocokkan data dengan kendaraan yang terekam.

 

"Jika identitas kendaraannya terpenuhi, maka dapat membantu untuk mengungkap identifikasi kejahatan yang terjadi di lingkungan kawasan Jakarta," ungkap Nasir.

 

 

 

Sampai saat ini, pelanggaran lalu lintas kamera e-TLE baru menyasar kendaraan berpelat Jakarta. Kendati demikian, kendaraan di luar pelat Jakarta yang ikut terekam melanggar lalu lintas juga akan ditindak.

 

"Untuk pelat kendaraan luar Jakarta, kita sudah bersurat ke Korlantas Polri untuk dilakukan integrasi penanganan. Jadi, ada tanggung jawab di masing-masing wilayah untuk menangani pelanggaran lalu lintas tersebut," pungkasnya.

 

Ditlantas Polda Metro Jaya telah mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Sementara 10 kamera dengan empat fitur terbaru mulai diterapkan Senin, 1 Juli 2019.

 

Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

 

Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.