Perempuan Indonesia Deklarasikan Gerakan Selasa Berkebaya

• Rabu, 17 Jul 2019 - 18:41 WIB

Jakarta - Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (KPB Indonesia) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) mendeklarasikan gerakan ’’Indonesia Berkebaya’’ sebagai bagian dari upaya kembali ke budaya Indonesia dan mencintai Indonesia dengan berkebaya.

Berbagai rangkaian kegiatan telah dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya dengan gerakan ’’Selasa Berkebaya’’.

Dalam kegiatan ini, setiap hari Selasa para perempuan menggunakan kebaya dalam kesehariannya, baik ke kantor, ke pasar, dan berbagai aktivitas lainnya.

Ada empat tujuan utama deklarasi ’’Indonesia Berkebaya’’ yang diusung KPB Indonesia yaitu memperkenalkan kembali kebaya sebagai bagian dari sejarah dan budaya Indonesia kepada generasi muda Indonesia. Meningkatkan kreativitas dalam mendesain kebaya tanpa meninggalkan pakem budaya yang merupakan warisan leluhur, menjadi pemersatu bangsa, dan fungsi ekonomi yang bisa memajukan ekonomi kerakyatan.

KPB Indonesia juga akan memperjuangkan ke UNESCO agar  kebaya bisa seperti Batik, menjadi heritage Indonesia. Selain itu, diharapkan pemerintah akan menetapkan salah satu tanggal sebagai Hari Kebaya Nasional.

Untuk mempelajari sejarah, seni, dan filosofi kebaya, KPB Indonesia juga  mengadakan diskusi di Museum Nasional, dengan pembicara Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid,
Dosen Prodi Pendidikan Tata Busana Departemen PKK, FPTK UPI Suciati, dan Perancang Busana Kebaya, Musa Widyatmodjo.

Selain diskusi, diadakan pula fashion show yang menampilkan model anak-anak muda dan ibu-ibu dari berbagai komunitas bekerja sama dengan Sarinah dan Mustika Ratu. Diskusi dihadiri lebih dari 300 perempuan dari berbagai komunitas yang tertarik dan ingin ikut melestarikan kebaya sebagai budaya nasional.

Pendiri KPB Indonesia, Rahmi Hidayati mengatakan dukungan dari berbagai pihak sangat besar terhadap gerakan Indonesia Berkebaya.

"Saya berharap gerakan ini bisa membuat Indonesia melestarikan kebaya," pungkasnya. (ars)