Terima Penghargaan dari Pemerintah Jawa Timur, Bumi Suksesindo Perkuat Pengelolaan Lingkungan Hidup

HMW • Monday, 29 Jul 2019 - 16:21 WIB

Probolinggo, 28 Juli 2019 – PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Minggu (28/7) atas Laporan Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2019. Penyerahan piagam penghargaan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Jawa Timur di Kompleks Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Probolinggo, diserahkan Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., kepada Direktur PT BSI, Cahyono Seto.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan, terutama sampah, agar menjadi sesuatu yang bermanfaat. “Maka inisiasi-inisiasi, inovasi-inovasi teknologi yang bisa mengelola sampah, tidak sekedar menjadi kompos dan gas, tapi sampai kepada energi, dia bisa menjadi sumber listrik,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Khofifah mengajak kepada semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan untuk terus mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. “Teruslah menyemai tradisi untuk mengajak murid-murid di masing-masing unit pendidikan, bahwa mereka hidup sehat karena bersahabat dengan alam,” imbuhnya.

 

Sementara itu menurut Cahyono Seto, selama ini pihaknya telah melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara rutin. Pengelolaan dan pemantauan lingkungan dilakukan secara menyeluruh baik di dalam maupun di luar area penambangan, yang menitikberatkan pada komponen lingkungan berupa tanah, air, udara, flora, dan fauna.

“Kegiatan pencegahan erosi, reklamasi lahan, dan pengelolaan limbah B3 merupakan bagian penting yang selalu dilakukan. Kami merasa senang atas penghargaan yang diterima perusahaannya. Kami sangat bersyukur dengan penghargaan ini yang menunjukkan komitmen kami di bidang lingkungan diakui pemerintah," ujar Seto. 

 

Selain itu, Tim juga terus melakukan pemantauan lingkungan area tambang, meliputi tanah, air, dan udara. "Dalam pelaksanaan pemantauan lingkungan, kami melibatkan konsultan independent, dan pemerintah memastikan objektivitas hasil pemantauan," tegas Seto.

 

Hasil pengelolaan dan pemantauan lingkungan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah sebagai pihak yang berwenang dalam pengawasan. PT BSI melaporkan hasil pemantauan lingkungannya secara berkala setiap tiga bulan.

Seto menambahkan, sejak awal pihaknya serius untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dengan baik di wilayah operasinya. "Penghargaan ini menambah semangat kami untuk terus meningkatkan program lingkungan yang baik yang sesuai dengan standar nasional, bahkan internasional," pungkas Seto.

 

Terkait dengan himbauan Gubernur Jawa Timur untuk menggalakkan penanaman pohon cemara udang atau cemara laut (Casuarina Equisetifolia) di sepanjang pesisir pantai, PT BSI bahkan telah memulainya sejak tahun 2017. Sebanyak 4 ribu batang cemara udang atau cemara laut, ditanam oleh PT BSI di areal seluas 25 hektar. Diantaranya di wilayah pesisir Lampon dan Purwoharjo, di sepanjang Pantai Pulau Merah, Banyuwangi.

 

“Kami akan terus melakukan pembibitan cemara udang ini di areal pembibitan tambang, karena itu baik untuk areal alam pantai. Kami juga akan pengayaan vegetasi di areal penanaman di daerah Rawa Jambe. Kami berkomitmen mendukung gerakan penanaman pohon cemara udang oleh Gubernur Jawa Timur,” ujar Corporate Communication Manager PT BSI, T.Mufizar Mahmud.

 

Selain melakukan pembibitan cemara udang atau cemara laut, PT BSI juga melakukan pembibitan pohon jambu, duwet, nangka, salam dan lainnya. PT BSI siap melakukan kerjasama untuk kegiatan penghijauan lingkungan sekitar maupun luar areal tambang. (HMW)