Jokowi Angkat Bicara soal Polusi Udara Jakarta

• Thursday, 1 Aug 2019 - 11:46 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait Jakarta yang menjadi salah satu kota dengan polusi atau kualitas udara terburuk berdasarkan catatan indeks kualitas udara.

 

Kepala Negara menilai, Pemprov DKI Jakarta harus segera membenahi persoalan kualitas udara tersebut dengan memulai mengatur transportasi umum dengan mengganti bus-bus konvensional dengan kendaraan listrik.

 

frame frameborder="0" height="1" id="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" name="google_ads_iframe_/7108725/Desktop-Detail-Parallax_0" scrolling="no" style="border-bottom-width:0px; border-left-width:0px;border-right-width:0px;border-top-width:0px;vertical-align: bottom" title="3rd party ad content" width="1">"Mestinya sudah dimulai kita harus mulai segera paling tidak transportasi umum, bus-bus nanti akan saya sampaikan ke gubernur, bus-bus listrik dan taksi listrik, sepeda motor yang sudah kita bisa produksi mulai listrik, " kata Jokowi di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

 

Jokowi menyerahkan sepenuhnya ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan apakah Pemprov DKI akan melakukan langkah membuat hujan buatan yang bekerja sama dengan BPPT.

 

"Tanyakan ke Gubernur (Anies)," paparnya.

 

Meski demikian, Jokowi menyarankan agar Pemprov DKI melakukan penerapan Elektronik Road Pricing (ERP) agar bisa memperbaiki kualitas udara Ibu Kota. Pasalnya, penerapan ERP akan mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi umum.

 

"Skemanya seperti apa? Seterah kepada gubernur. Apakah lewat elektronik road pricing, yang segera dimulai, sehingga orang mau tidak mau harus masuk ke trasportasi umum massal," tuturnya. (okezone.com)