Pencarian Heli MI 17 Yang Hilang Kontak di Papua Diambil Alih Kendali Mabes TNI AD

• Thursday, 1 Aug 2019 - 18:18 WIB
Dandim 1417 Kendari Letkol Cpn Lutvi Haris Wijaya

MNC TRIJAYA KENDARI - Upaya pencarian Heli Penerbad jenis MI 17 No Reg HA 5138 hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Kodam XVII/Cenderawasih selaku Komando Operasi TNI Wilayah Papua.Heli MI 17 dinyatakan lost contact sejak 28 Juni 2019 silam, pada saat heli tersebut sedang melaksanakan distribusi logistik dan rotasi pasukan Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Woroagi di wilayah Oksibil.

 

Hingga saat ini pencarian telah memasuki hari ke - 34. Sejak awal pencarian, Koops TNI Wilayah Papua telah melibatkan 7 pesawat pencari, baik pesawat milik TNI maupun pesawat sipil yang diperbantukan dalam kegiatan Search and Rescue (SAR) melalui udara. Penerbangan SAR dilakukan total sebanyak 70 sortie, dimana masing-masing sortie dilakukan selama 1 - 2,5 jam terbang. Sedangkan pencarian melalui darat telah melibatkan lebih dari 700 personel gabungan yang terdiri dari personel TNI (300 org), Polri (35 org), Basarnas (30 org), Pemda dan masyarakat (400 org) . 

 

Wilayah pencarian yang telah disisir melalui udara meliputi seluruh wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Jayapura bagian selatan dan barat. Sedangkan pencarian melalui darat difokuskan di 3 wilayah yaitu Oksibil, Lereh dan Kaureh. 

 

Operasi pencarian heli MI 17 No Reg HA-5138 dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih,Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, selaku Panglima Komando Operasi TNI Wilayah Papua. 

 

Kapendam Kodam XVII/Cenderawasih Cpl Eko Daryanto.mengungkapkan informasi, penugasan operasi prajurit TNI beserta Alutsista di wilayah Papua merupakan bagian dari penggunaan kekuatan (Gun Kuat) TNI, dimana dalam hal ini menjadi tanggung jawab dan kewenangan Mabes TNI.Dalam pelaksanaan tugas operasi, Koops TNI Wilayah Papua langsung mengendalikan jalannya operasi dari ke-3 matra TNI (AD, AL, AU) yang berada di wilayah Papua.

 

"Perlu kita perjelas disini,meskipun heli beserta awak dan penumpangnya berasal dari matra TNI -AD, namun penugasan mereka di Papua adalah dalam rangka operasi pengamanan perbatasan yang merupakan bagian dari penggunaan kekuatan TNI, maka komando dan pengendalian berada dibawah Mabes TNI dalam hal ini Satuan Tugas Udara (Satgasud) Koops TNI Wilayah Papua.


Demikian pula dalam hal operasi pencarian, Koops TNI wilayah Papua tetap dibawah Kodal Mabes TNI, sehingga pengerahan operasional Heli harus atas izin dari Mabes TNI AD,"terangnya.

 

Komandan Kodim 1417 Kendari Letkol Fajar Lutvi Haris,menyampaikan Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak dalam perjalanan dari Bandara Oksibil, ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura pada Jumat (28/6) siang.

 

Helikopter dengan nomor registrasi HA-5138 ini ditumpangi 12 prajurit TNI, 5 diantaranya prajurit Yonif 725 Woroagi yang merupakan yang berada diwulayah teritorial  1417 7 Kendari. Ke 5 personel tersebut yakni Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana.

 

"personil tersebut rencananya akan melakukan pendistribusian logistik lewat udara bagi pos-pos yang ada di perbatasan, khususnya di wilayah pegunungan Bintang,"ungkapnya.

 

Atas kejadian tersebut untuk mendoakan keselamatan terhadap prajurit tersebut, prajurit Kodim 1417 Kendari, bertepatan setiap malam Jumat, menggelar Yasinan di Mushola AT Taqwa Makodim 1417/Kendari dimulai dengan sholat magrib secara berjamaah. Kemudian dilanjutkan pembacaan surat yasin.

 

"Perintah melaksanakan yasinan tersebut berdasarkan surat telegram Danrem 143/HO No. St/ 310 / 2019 tanggal 01 Juli 2019, tentang memerintahkan personilnya yang beragama islam untuk melaksanakan giat agama dan yasinan setiap hari Kamis pada minggu pertama dan minggu ke tiga setiap bulan," ungkap Fajar.

 

(Rep. : La Ismeid/Kendari)