Granat Sultra Sebut Masih Ada Bandar Besar Pemasok Narkoba dalam Lapas Kendari

• Tuesday, 6 Aug 2019 - 18:51 WIB
Ketua Granat Sultra LM Bariun

KENDARI - Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Sultra,L M Bariun, menyebut berdasarkan hasil temuan dan penangkapan salah seorang sipir Lapas Kendari bernama Kaharuddin alias kahar (34) yang terlibat melakukan pemasokan Narkoba dalam Lapas, maka dari hasil temuan tersebut secara otomatis masih ada bandar besar narkoba dalam lapas yang harus dilakukan penyelidikan oleh BNN dan penyidik.

 

Kata dia,kasus sipir narkoba ini dapat dilihat dua aspek pertama apakah bersangkutan selaku pengguna atau barang bukti yang ditangkap itu digunakn untuk pribadi atau faktor yang kedua apakah bersangkutan selaku pengedar untuk orang dalam.

 

Dari dua aspek ini menjadi kajian BNN dan penyidik untuk menggali dan menemukan bersangkutan adalah seorang pemakai atau dia sebagai pengedar dalam lapas.

 

Kenapa ini harus ditelusuri lebih jauh,tujuanya itu katanya,untuk diketahui secara pasti bahwa bersangkutan selama ini sebagai pemasok atau masuk terlibat dalam jaringan sindikat narkoba.

 

Nah kalau ini secara tuntas diselesaikan oleh   pihak lapas maupun penyidik akan mengungkap bandar-bandar besarnya yang ada didalamnya.Sebab barang itu sudah ada komunikasi dari dalam keluar.Dimana barang itu diambil dan untuk dibawah kedalam.

 

"Kan ini sistemnya singkat jadi sangat susah untuk mendeteksi.Tetapi kalau dari pihak penyidik bekerja intesif,saya pikir sudah punya strategi yang disusun untuk mendapatkan informasi tersebut,"ujar Bariun Senin (6/8).

 

Bariun tak menyangkah Lapas yang dikenal ketat dalam penjagaan tahanan,jebol dalam pengawasan peredaran narkotika dan tak bisa dipungkiri lagi terbukti melibatkan oknum petugas Lapas dalam operasi penangkapan BNN, beberapa waktu lalu.

 

Lanjut dia,nah sekarang jika sudah ditahu posisinya seperti itu,bahwa apa yang menjadi dugaan publik sekarang ini terbukti,bahwa di Lapas sudah tidak steril dan memang sudah tempat transaksi narkoba.

 

"Kalau kita telusuri lebih jauh lagi berarti dari pihak lapas ini baik pengawasanya maupun sterlitas daripada lembaga itu tidak dapat terjamin.Kenapa saya katakan seperti itu,karena kami melihat secara nasional bahwa lembaga lapas ini dan rutan itu sudah menjadi tempat yang aman bagi pengedar narkotika dan semuanya ada bandarnya disana,"katanya.

 

Lanjutnya,fenomena seperti itu yang sudah menasional.Seharusnya dari pihak lapas mulai memproteksi diri baik sterilitas dari pada lembaganya daripada penjaga sipir ASN nya didalam.Nah kalau terjadi seperti ini sambungya,berarti bukan lengah lagi,bukan teledor tetapi sanpai disana sudah ada unsur kesengajaan adanya pitensi kerjasama.

 

Olehnya itu kepada penyidik untuk menggali secara terus menerus tentang barang bukti ini darimana diambil dan untuk siapa,kemudian apakah ini barang pertama kali atau sudah berulang kali.

 

"Kemudian kita harapkan juga dari BNN Sultra,karena ini sudah menjadi fenomena nasional dan terjadi pelaku ASN lapas.Kasusnya ini terlalu ramai dipublik.Seharusnya dari pihak BNN juga melakukan konfersi pers bahwa telah melakukan penangkapan terhadap pegawai lapas membawa narkotika dan sementara kami masih sidik agar publik tidak berpikiran negatif,"katanya.

 

Kalau umpamanya adem seperti ini kan secara otomatis akan timbul penilaian negatif pada masyarakat.Sementara yang diharapkan BNN sekarang ini salah satu lembaga yang bisa sama halnya posisi seperti KPK untuk memberantas kasus besar seperti sindikat narkoba.

 

Apalagi Narkoba ini kan sangat sensitif hari ini oleh publik maupun kepentingan keselamatan anak bangsa baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan.

 

Dalam kasus ini  kata Bariun, Kemenkumham Sultra jangan tinggal diam atas kasus penangkapan narkoba yang melibatkan oknum sipir Lapas. Harus tegas mengambil sikap, sebab publik bakal menilai negatif dan mempertanyakan keseriusan lembaga tersebut dalam penanganan narkoba.

 

"Kita khawatirkan, jika dilakukan pembiaran atas kasus ini, bakal memunculkan indikasi adanya permainan tingkat tinggi dalam jaringan narkoba tersebut.Kalapas Kendari Abdul samad harus dievaluasi.Jika Kemenkumham tinggal diam,maka publik akan nilai negatif juga.

 

Bagi saya harus ada ketegasan karena Lapas masih di bawah jajarannya, sebab kalau ada pembiaran bisa terjadi lagi di kemudian hari,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, oknum sipir Lapas Kendari Kaharudin , berhasil diringkus oleh tim BNN di rumahnya di sekitar by pass. Hasil penggerebekan, petugas menyita barang bukti narkoba dari tersangka.Dengan barang bukti yang diamankan barang bukti narkotika jenis Ganja dan Shabu yakni Satu bungkus plastik bening berisi kristal warna putih yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat brutto 14 gram, dan satu bungkus plastik bening berisi Ganja yang di duga Narkotika dengan berat Brutto 16 gram.

(Rep. La Ismeid/Kendari)