Daop 8 Tambah 3 Kereta Api pada Hari Raya Idul Adha

• Jumat, 9 Agu 2019 - 18:51 WIB

SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menambah 3 kereta api menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 H. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 8 Surabaya ke sejumlah arah.

 

Ketiga kereta api tambahan yang akan beroperasi pada masa liburan Idul Adha tersebut meliputi KA Sembrani Tambahan (KA 7055) Surabaya Pasar Turi - Gambir, PLB Tambahan Surabaya Gubeng - Malang (7071), dan PLB Tambahan Malang-Surabaya Gubeng (7072)

 

Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto, menjelaskan KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi-Gambir dengan susunan rangkaian 9 KA eksekutif dengan total kapasitas 450 tempat duduk. KA Sembrani tambahan ini beroperasi setiap hari Jumat dan Minggu.

 

Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasarturi pada pukul 20 30 WIB dan tiba di Gambir pada pukul 06 42 WIB. Harga tiket untuk KA Sembrani Tambahan ini adalah Rp500.000.

 

"Untuk PLB Tambahan Surabaya Gubeng-Malang (7071) dengan harga tiket Rp40.000. Adapun susunan rangkaian dari KA ini adalah 9 KA Premium dengan total kapasitas 720 tempat duduk," ujar Suprapto, Jumat (9/8/2019).

 

Kemudian PLB Tambahan Malang-Surabaya Gubeng (7072) dengan harga tiket Rp40.000. Adapun susunan rangkaian dari KA ini adalah 9 KA Premium dengan total kapasitas 720 tempat duduk.

 

Total keberangkatan KA jarak jauh/menengah yang beroperasi pada masa liburan Idul Adha 2019 ini, dari wilayah Daop 8 Surabaya sebanyak 32 KA yang terdiri dari 29 KA regular dan 3 KA tambahan, dengan total seat per-hari yang tersedia yakni 18.166 seat.

 

"Dengan adanya KA tambahan ini, diharapkan dapat mengakomodasi serta mengoptimalkan pelayanan penumpang dan meningkatkan kepuasan para pengguna jasa kereta api, terutama pada masa long weekend ini," paparnya.

 

Ia mengimbau kepada masyarakat agar membeli tiket di channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI. Ini dilakukan untuk menghindari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar. (okezone.com)