Daun Pisang dan Besek Mulai Gantikan Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

• Monday, 12 Aug 2019 - 13:26 WIB

Rupanya sudah banyak penyedia jasa penyembelihan dan penjualan hewan kurbandi Solo yang menyediakan bungkus dari bahan ramah lingkungan, seperti daun pisang dan besek atau kotak dari anyaman bambu, sebagai pengganti kantong plastik.

 

Daging kurban yang dipotong-potong mulai dibungkus dengan daun pisang atau besek untuk dibagikan kepada masyarakat. Mereka tak menggunakan plastik.

 

Sebenarnya mereka memilih memakai daun pisang atau besek sebagai respons terhadap imbauan Kementerian Lingkungan Hidup dan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga tak pakai kantong plastik untuk membungkus daging hewan kurban.

 

Seperti dilansir Voa Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan surat edaran nomor SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/7/2019 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk mengurangi penggunaan kantong plastik, untuk mengantisipasi penumpukan sampah plastik.

 

Seorang pengusaha penjualan dan jasa penyembelihan hewan kurban di Solo, Siswanto mengatakan, konsumen memilih memakai bungkus dari besek sebagai pengganti kantong plastik karena lebih terjaga kesegarannya.

 

"Dagingnya akan dimasukkan dalam besek, kotak dari anyaman bambu. Kita sudah siapkan ribuan besek,” ujar Siswanto. Tahun ini ia mendapat order dari dua perusahaan untuk menyembelih dua ekor sapi.

 

 

“Mereka tidak mau pakai kantong plastik. Daging kalau dimasukkan dalam kantong plastik itu jadi tidak terjaga kesegarannya, mudah rusak, dan gampang bau menyengat. Jadi semua daging kami masukkan ke dalam besek, tidak lagi pakai kantong plastik,” tambahnya.

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam videonya mengimbau warganya tidak menggunakan kantong plastik dalam pembagian daging daging kurban.

 

“Saya berharap saat Idul Adha, daging kurban bisa terbagi semua. Tetapi kantong plastiknya tidak ikut terbagi karena sudah diganti besek, daun pisang, daun jati, atau kreneng," ujar Ganjar.

 

Kepala Dinas Pertanian Pemkot Surakarta, Weni Ekayanti, mengatakan pihaknya selalu mengimbau masyarakat tidak memakai kantong plastik dalam pembagian daging kurban karena berdampak pada kesegaran daging saat dibagikan pada masyarakat.

 

"Kami mengapresiasi kesadaran warga tak lagi pakai kantong plastik di Idul Kurban ini. Alternatif memakai daun pisang, besek, atau anyaman bambu, itu sangat bagus," terang Weni.

 

Anyaman bambu dan daun pisang itu menjaga kesegaran daging dan mudah menyerap air. Bisa menjadi salah satu contoh ramah lingkungan.