Seminggu Pasca Mati Listrik Serentak, PLN Masih Tunggu Hasil Investigasi

• Senin, 12 Agu 2019 - 14:21 WIB

JAKARTA - PT PLN (Persero) masih belum bisa memastikan penyebab mati listrik (blackout) disebagian wilayah pulau Jawa yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019. Pasalnya, saat ini masih dilakukan invetigasi terkait penyebab blackout tersebut.

Direktur Strategis II PT PLN, Djoko Abumanan mengatakan perseroan baru akan mengumkan kepada publik mengenai penyebab padamnya listrik begitu proses investigasi selesai. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesimpangsiuran mengenai penyebab listrik mati di masyarakat.

“Kita kembalikan ke investigasi, nanti kita ngomong begini terus investigasi bilang bukan disitu, nanti salah,” ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Djoko juga masih menunggu hasil dari tim investigasi yang diturunkan di lapangan. Asal tahu saja ada beberapa tim investigasi yang diturunkan dari mulai kepolisian hingga para pakar.

“Belum (belum ada indikasi awal). Kita kembalikan semua ke Kapolri, ini kan sedang penyelidikan. Kalau sedang penyelidikan enggak boleh kita ngasih statement,” jelasnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki mengenai padamnya listrik yang terjadi beberapa waktu lalu. Tim investigasi ini terdiri dari para pakar dari Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Ada tujuh Perguruan Tinggi Negeri yang ikut dalam tim investigasi independen.

Djoko juga tidak membenarkan apakah pohon sengon menjadi penyebab mati listrik. Menurutnya, sebelum hasil investigasi dari tim independen keluar, dirinya enggan berspekulasi lebih dalam.

Belakangan ini pohon sengon dikabarkan menjadi salah satu penyebab dari padamnya listrik di beberapa wilayah. Letak pohon sangon ini berdekatan dengan transmisi Ungaran-Pemalang.

Dikarenakan terlalu berdekatan, menimbulkan kebakaran kecil. Meskipun hanya kecil namun menurut Made hal tersebut cukup membuat kerusakan yang fatal pada jaringan transmisi di sana.

"Biar tim yang membuktikan nanti dengan investigasi yang masih dilakukan," ucapnya beberapa waktu lalu.(Okezone)