Demo Besar-Besaran di Hong Kong, KJRI Temui WNI Yang Terjebak di Bandara

• Senin, 12 Agu 2019 - 23:13 WIB

Hong Kong - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong terus memantau perkembangan situasi menyusul aksi demonstrasi besar-besaran menolak rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi di Hong Kong. Komunikasi juga dilakukan terhadap WNI yang terjebak di bandara.

Pelaksana Konjen RI di Hong Kong Mandala Purba mengatakan, KJRI telah mendatangi Bandara Internasional Hong Kong yang menjadi titik konsentrasi massa pada Senin (12/8/2019). Pantauan pada malam ini, bandara berangsur sepi. Sebagian besar demonstran telah pulang.

”KJRI telah menemui atau menyapa WNI yang tidak bisa berangkat melanjutkan perjalanan ke Indonesia ataupun yang keluar Hong Kong. Tadi beberapa sudah kita temui dan sudah kita komunikasikan hal-hal yang mereka perlukan. KJRI akan tetap membantu mereka sampai bisa berangkat besok ke tujuannya masing-masing,” kata Mandala, Senin (12/8/2019).

Dia menjelaskan, KJRI berharap warga Indonesia tetap tenang dalam merespons peristiwa yang terjadi di Hong Kong. KJRI, kata dia, akan senantiasa memberikan informasi dan perlindungan terhadap WNI yang berada di Hong Kong.

KJRI juga menekankan kepada warga Indonesia di Hong Kong untuk tidak ikut dalam aksi unjuk rasa atau berada di dekat lokasi demonstrasi.

Dia menekankan, untuk informasi lebih lanjut, pihak KJRI Hong Kong bisa dihubungi melalui Whatsap pada nomor +852 6894 2799, +852 6773 0466, dan +852 5294 4184.

Aksi demonstrasi menentang RUU ekstradisi kembali berlangsung pada Senin ini. Lebih dari 5.000 orang prodemokrasi berkaos hitam memenuhi Terminal 1 bandara untuk menentang rencana regulasi itu.

Dampak dari aksi ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Hong Kong dibatalkan. Ribuan calon penumpang pun terdampak. Sejumlah WNI turut terjebak dalam situasi ketidakpastian ini. Salah satunya tim renang Pelatda dan PPLM DKI Jakarta. (inews.id)