Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Berikan Apresiasi Kepada 74 Individu Dan Lembaga

• Monday, 19 Aug 2019 - 10:09 WIB

Surakarta -  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan TVRI akan menyelenggarakan kegiatan malam puncak "Pemberian Apresiasi 74 Ikon Prestasi Pancasila", di Museum Pabrik Gula Tjolomadu, Surakarta, Senin (19/8) malam.

Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo mengatakan, apresiasi terhadap 74 ikon Pancasila diberikan kepada warga negara Indonesia yang dinilai telah berprestasi untuk kemajuan bangsa.

Aris menyatakan, pemberian apresiasi terhadap 74 ikon Pancasila dijadwalkan akan dilakukan presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Dewan Pengarah BPIP.

Pada kegiatan malam puncak pemberian apresiasi 74 Ikon Prestasi Pancasila akan dihadiri beberapa tokoh, antara lain Anggota Dewan Pengarah BPIP Sudhamek dan Wisnu Bawa Tenaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sementara itu, penerima apresiasi ikon Pancasila dari sebanyak 74 orang, menurut Aris, hingga Sabtu (17/8), sudah konfirmasi akan hadir sebanyak 53 orang.

"Penerima ikon Pancasila ini, tidak semuanya tinggal di Jakarta dan Jawa Tengah, tapi ada juga yang berasal dari daerah lainya di Indonesia, bahkan ada yang tinggal di negara lain," ujarnya.

Aris menambahkan penerima apresiasi Ikon Pancasila sebanyak 74 orang sebelumnya disaring dari sekitar 300 nama yang terjaring karena dinilai berkontribusi pada pembangunan bangsa, kemudian diseleksi sehingga menjadi 74 nama.

"Seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Kita harapkan dari 74 nama yang diberikan apresiasi ikon Pancasila, tidak ada yang menjadi kontroversial," tambahnya.

Penerima apresiasi ikon Pancasila tersebut dibagi menjadi empat kategori, yakni pertama, sains dan inovasi, antara lain Davyn Sudirdjo (Mahasiswa S1 di Stanford University, Calofornia, AS). kedua, bidang olahraga, antara lain, Lalu Muhammad Zohri (juara lari 100 m Asia). Ketiga, bidang seni budaya dan kreatif, Rafi Abdurrahman Ridwan (desainer diabilitas). Keempat, sosial entrepreneur, antara lain Nadiem Makarim (pendiri go-jek). (faz)