Polisi Identifikasi Akun Provokator Rusuh Papua

• Tuesday, 20 Aug 2019 - 16:29 WIB

Jakarta - Aksi damai yang berujung rusuh di Manokwari, Papua Barat pada Rabu, 19 Agustus 2019, dipicu video dugaan rasial yang diterima mahasiswa Papua. Dugaan rasial itu diterima mahasiswa Papua yang berkuliah di Surabaya dan Malang, Jawa Timur serta di Semarang, Jawa Tengah.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya telah mengidentifikasi lima akun video di Facebook dan Youtube. Saat ini, video tersebut sedang didalami Direktorat Siber Bareskrim Polri.

"Lima akun ya, baik foto maupun video yang sifatnya provokatif," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Dedi mengatakan, Siber Bareskrim Polri akan terus melakukan patroli terkait video hoaks yang beredar. Dia memastikan, polisi akan memproses sesuai hukum yang berlaku kepada pemilik akun yang terbukti menyebar hoaks.

Sebelumnya, Dedi menuturkan, aksi massa di Manokwari dan Jayapura diduga dipicu video bernada rasial terhadap mahasiswa Papua yang berkuliah di Pulau Jawa. Polisi juga telah mendata dan memastikan identitas penyebar video hoaks tersebut.

"Terhadap akun yang menyebarkan konten tersebut dari jajaran Siber Bareskiem sudah langsung melakukan profiling," ujarnya.

Secara keseluruhan, Dedi menambahkan, situasi di Papua sangat kondusif. Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakat yang berangsur-angsur normal.

Guna menjamin keamanan bagi masyarakat Papua, TNI dan Polri menambah kekuatan sebanyak empat Satuan Setingkat Kompi (SSK). "Untuk tambahan kekuatan ada dari Polda Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Maluku, sudah menempati posisi masing-masing," katanya. (inews.id)