Korsupgah KPK Langsung Turun Uji Petik ke Wajib Pungut di Kendari

• Friday, 23 Aug 2019 - 15:10 WIB

Kendari - Tim KPK yang dipimpin Adlinsyah Nasution yang juga Korwil VIII Korsupgah KPK bersama Plh. Wali Kota Kendari Nahwa Umar beserta BP2RD melakukan uji petik turun lapangan ke 5 wajib pungut pajak, Jumat 23/08/2019.

Lokasi pertama adalah menuju Hotel Horizon dan Plaza Inn, dimana kedua hotel tersebut belum mau menggunakan alat rekam pajak dengan alasan masih harus menunggu keputusan manager pusat. Akhirnya hari ini kedua hotel tersebut sudah mau memasang alat perekam pajak.

KPK beserta rombongan disambut manajemen ke dua hotel tersebut, kemudian Tim IT langsung memasang dan mengaktifkan alat perekam pajak tersebut.

Setelah beres, rombongan Korsupgah KPK melanjutkan uji petik ke 3 rumah makan, yaitu Pangsit 88, Rumah makan Angkasa Nikmat dan terakhir Rumah makan Kalasan. Kegiatan uji petik berakhir hingga pukul 11.45 wita.

Adlinsyah Nasution Korwil VIII Korsupgah KPK menyampaikan kepada media, dengan adanya pemasangan alat perekam pajak di tempat usaha, akan ketahuan batas bawah dan batas atas pemasukannya. Kalau nanti wajib pajak setor pajak dibawah rata-rata, berarti kurang bayar. 

"Kalau perlu tempat usaha perekam pajak akan dipasangi CCTV, jadi akan ketahuan apakah alat perekam pajak tersebut dipakai atau tidak. Jadi tidak ada dusta diantara kita," kata Adlinsyah.

KPK berharap pada akhir tahun nanti, dengan penambahan dari 100 menjadi 350 alat perekam pajak, akan menaikan PAD Kota Kendari. "Ini baru bicara  4 mata pajak saja Hotel, rumah makan, restoran dan tempat hiburan. Bagaimana bila ditambahkan nanti dengan pendapatan dari PBB, BPHTB, Reklame dan Air Tanah," ujarnya.

KPK, menurut Coki panggilan akrab Adlinsyah Nasution, akan meminta data rekap setiap hari hasil uji petik lapor pajak. Data tersebut akan di upload langsung ke KPK, sehinggga KPK akan bisa melihat dan memantau bagaimana pergerakan transaksi, apakah alat perekam pajak mati atau segala sesuatunya.

Ditempat terpisah Plh. Wali Kota Kendari Nahwa Umar mengatakan, shock terapi yang dilakukan 2 hari ini sangat berdampak besar, dan hari ini pemkot Kendari sangat terbantu dengan hadirnya Korsupgah pencegahan KPK di lapangan. 

"Jadi tinggal pengawasannya saja. Target uji petik 2 sampai 3 bulan dan setelah itu sudah bisa ketahuan hasilnya," pungkas Nahwa Umar.

Karena sebelum ada alat perekam pajak ini, sangat jauh beda hasil pendapatannya. Contohnya pangsit 88 yang biasanya setor pajak Rp.400.000,- perbulan dengan adanya alat rekam pajak ini bisa menyetor sampai Rp.40.000.000,- perbulan. (Hengky)