Ready or Not: Malam Mengerikan Pengantin Baru

• Saturday, 24 Aug 2019 - 06:32 WIB

Genre: Horor, Black Comedy

Sutradara: Matt Bettinelli-Olpin & Tyler Gillet

Pemeran: Samara Weaving, Adam Brody, Andie MacDowell

Durasi: 1 jam 35 menit

Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 28 Agustus 2019

Kita diundang ke pernikahan Grace dan Alex La Domas di kediaman mewah keluarga La Domas. Alex adalah salah satu putra Tony dan Becky, pengusaha yang berhasil mengumpulkan keuntungan dari permainan jadul turun-temurun.

Grace menikah dengan pria idamannya, dan mulai beradaptasi dengan mertua dan ipar-iparnya, yang sebenarnya juga tak terlalu cocok dengan Alex.

Menjelang tengah malam setelah resepsi, pengantin baru ini ditunggu dalam kegiatan misterius.

Dalam rangka menghormati tradisi dan para leluhur, Keluarga La Domas menjalani ritual khusus untuk menginisiasi anggota keluarga baru, Grace.

Tanpa pernah tahu sebelumnya, Grace awalnya mengira hanya akan diplonco, karena datang sebagai anak angkat sederhana, yang menikahi Alex demi harta.

Namun Grace terjebak dalam permainan petak umpat mengerikan. Dia harus bisa bersembunyi dan bertahan hidup sampai fajar datang. Sebaliknya, seluruh keluarga La Domas berusaha membunuh Grace agar mereka tidak mati di tangan roh pendahulu, pendahulu, yang sudah memberi kekayaan selama ini.

Saking patuhnya dengan aturan, Keluarga La Domas pun taat dengan cara-cara lama. Permainan dilakukan tanpa bantuan teknologi baru seperti cctv. Senjata yang dipakai pun bervariasi dari zaman dahulu, seperti pistol tua, panah, dan kapak.

Di pihak target, masih dengan gaun cantik di malam bahagianya, Grace berusaha melarikan diri dari bangunan bak istana milik keluarga yang siang tadi, masih bisa ditolerirnya.

Dia pun berkali-kali memohon bantuan ke beberapa anggota keluarga, yang tampak bisa membantunya. Selain Alex yang diyakini bisa membantu Grace, sekaligus akan melanggar kesetiaan pada keluarga, saudara Alex, Daniel, juga terlihat punya niat baik untuk mengeluarkannya dari permainan.

Dikemas dalam adegan kejar-kejaran yang berdarah-darah, para sineas Ready Or Not tak cuma mengandalkan ketegangan dan efek horor mengenaskan. Sejak awal, kemasan audio visual Ready or Not sudah berhasil membangun kengerian.

Penonton diajak masuk ke 'mansion' klasik yang tanpa cerita pembunuhan pun, sudah terlihat angker, sehingga penggemar horor sadis akan terhibur dengan Ready or Not.

Meski begitu, di sela-sela ketegangan, dialog keluarga La Domas yang aneh, dapat memancing tawa dan sedikit menarik nafas menuju adegan mengejutkan lainnya.

Keanehan mereka pun sebenarnya relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti orang tua Tony dan Becky yang ingin selalu kesempurnaan di depan anak-anaknya, tetapi tetap bisa santai menghadapi tekanan.

Selain itu, ada putri satu-satunya keluarga Le Domas, Emilie, yang ingin memenangkan permainan, tetapi kerap ketinggalan senjata dan salah sasaran. Belum lagi kehadiran Tante Helene yang sangat dingin terhadap keponakannya, termasuk ke Grace.

Porsi yang pas antara horor dan komedi ini sangat dikuasai sutradara Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillet. "Membuat ketakutan yang bagus sebenarnya sama dengan candaan yang lucu. Anda membangunnya dan menempatkan 'punchline'", kata Gillet.

Sementara Sutradara Bettinelli-Olpin menggambarkan Ready Or Not adalah campuran dari 'jokes' dan karakter-karakter hebat, sehingga membuatnya begitu menarik. “Ada elemen karakter yang hebat, dan itu membuat kami bersemangat. Perjalanan yang ditempuh Grace menarik perhatian Anda,” tambah Bettinelli-Olpin.

Sampai akhir, penonton akan diajak bersimpati kepada Grace dan ikut berpikir, siapa yang sebenarnya ada di pihaknya? Siapa yang akan membantunya? Atau sebaliknya. Siapa lagi yang akan terbunuh, dan siapa yang akan bertahan?

Ready Or Not ditulis oleh Guy Busick and R. Christopher Murphy yang menyukai gagasan tentang thriller dengan tokoh utama perempuan, yang tak lekang oleh waktu namun kontemporer. Perempuan tersebut diperankan oleh aktris Australia, Samara Weaving, yang pernah tampil dalam Three Billboards Outside Ebbing, Missouri.

Samara mampu meyakinkan penonton dengan gaun putih indah, dan perlahan berubah warna, seiring tekadnya untuk segera keluar dari keluarga idamannya, serta perubahan pandangannya tentang sederhananya problem menantu perempuan, yang masuk ke keluarga suami baru.