Kelola Diabetes dengan Prolanis

• Monday, 26 Aug 2019 - 14:58 WIB

JAKARTA - Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) telah menjadi salah satu program unggulan dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. Program ini merupakan integrasi antara peserta, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Untuk memastikan bahwa aktivitas dalam program ini berjalan sesuai dengan ketentuan, maka BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat mengunjungi salah satu klinik yang telah melaksanakan Prolanis yaitu Klinik Pratama Ruslam, Cempaka Putih.

“Sejak bulan Juni 2018, Klinik Pratama Ruslam turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan Prolanis. Kami memiliki satu Klub PPDM yang terdiri dari 17 peserta yang sampai sekarang masih melakukan kegiatan rutin seperti senam Prolanis, pemeriksaan Gula Darah Puasa (GDP), dan edukasi kesehatan. Nantinya peserta pun akan mendapat pemeriksaan rutin per enam bulan sekali yaitu pemeriksaan kimia darah dan HbA1c,” ungkap Nurhayati selaku penanggung jawab Klinik Pratama Ruslam.

Nurhayati menambahkan bahwa kegiatan yang ada dalam Prolanis juga harus didukung dengan perubahan gaya hidup peserta yang diikuti dengan dukungan keluarga  karena cara penanganan ini terbukti sangat efektif dalam mengatasi penyakit kronis seperti diabetes mellitus .

“Kami pun selalu mengingatkan kepada peserta untuk memulai hidup sehat dengan olahraga teratur, hindari merokok, dan menghindari untuk mengkonsumsi makanan kurang sehat  seperti makanan siap saji,” kata Nurhayati. 

Melihat antusiasme peserta Prolanis yang hadir mengikuti senam, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Jakarta Pusat Tri Budiastuti Lestari mengucapkan terima kasih atas peran aktif FKTP yang terus meningkatkan pelayanannya untuk membantu kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat peserta yang nantinya akan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

“Penyakit-penyakit kronis ini tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dikelola agar selalu stabil dengan cara melakukan kegiatan promotif preventif seperti ini, kami ingin mereka (peserta) memahami dan mengerti bagaimana mengelola dan menjaga kesehatan. Ternyata berhasil buktinya semua peserta yang hadir sangat semangat dan rata-rata dari mereka adalah para lansia namun tetap nampak sehat dan bersemangat mengikuti kegiatan,” jelas Tri. (ANP)