Peringatan HAN, Mensos Bermain Dengan Ribuan Anak

• Wednesday, 28 Aug 2019 - 20:00 WIB
Mensos Agus Gumiwang Kartasasminta berfoto bersama dengan peserta Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2019.

JAKARTA - Sekitar 3.000 anak dari sekolah dan panti sosial di Jabodetabek memeriahkan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di halaman Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (28/08/2019).

Kegiatan yang digelar selama dua hari itu bertajuk Sehari Bersama Anak: Anak Bahagia Indonesia Sejahtera. Acara diisi pagelaran seni dan tarian Nusantara, modern dance, games, pameran foto dan kegiatan menonton film.

Bahkan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita sempat bermain galasin bersama anak-anak. Mensos juga memberikan secara simbolis piagam penghargaan dan uang tabungan senilai Rp1 juta kepada 20 anak berprestasi dalam berbagai bidang. Serta bantuan sosial sebesar Rp1 juta kepada 68 penerima.

Mensos mengatakan anak adalah tunas bangsa. Oleh karena itu, harus bisa dipastikan akan menjadi sumber daya yang unggul.

"Kita sudah meratifikasi Konvensi Internasional Hak Anak Indonesia mengikat diri terkait dengan konvensi tersebut. UUD 1945 juga menjamin hak anak tanpa kecuali hak kelangsungan hidup, tumbuh berkembang, berpatisipasi secara optimal. Sayangnya, berbagai produk perundangan ternyata belum mampu menciptakan ekosistem dan lingkungan bagi pemenuhan hak anak," kata Mensos dalam pidato sambutannya.

Dia mengatakan, berbagai praktik buruk yang mengancam anak masih terjadi. Mulai dari bullying, kekerasan terhadap anak sampai terorisme. "Data dari KPAI ada 10 pengaduan pelanggaran terhadap hak-hak anak setiap harinya. Kekerasan fisik terhadap anak laki-laki dan perempuan masih tinggi angkanya," tuturnya.

Mensos menambahkan, masih tingginya angka anak gizi buruk yang terjadi ini memerlukan perhatian khusus semua pihak.

"Ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Harus ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Kita harus memulainya dari keluarga, peran keluarga membangun tunas bangsa sangat krusial. Kita harus bisa menjadi pendengar keinginan anak, sehingga bisa menjadi anak yang berkualitas. Ini wahana untuk belajar bersama," tandasnya

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk melindungi hak-hak anak. "Mari kita melindungi anak-anak dengan menyediakan lingkungan yang kondusif menghasilkan sumber daya unggu," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace Hasan Syadzily mengingatkan sebagai pejabat negara, dirinya harus bisa memastikan kehidupan anak bisa diciptakan lebih baik.

"Anak adalah tunas bangsa. Kalau tunasnya gagal, jangan harap pohonnya akan tumbuh dengan baik, dan memberikan manfaat dengan baik. Tugas negara membangun ekosistem tercipta nya anak sehat, berkembang dengan baik dan mempunyai karakter sesuai nilai-nilai bangsa," tuturnya. (ANP)