Manfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi, Agar Petani Tidak Merugi Saat Gagal Panen

• Thursday, 29 Aug 2019 - 21:37 WIB

KENDARI - Musim kemarau membuat petani padi di Kendari was-was. Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian dan Peternakan, menghimbau petani padi agar memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kendari, Sitti Ganef menjelaskan, dengan membayar premi Rp 36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat klaim (ganti) Rp 6 juta/ha bila mengalami gagal panen.

Kata Ganef, saat ini petani yang telah ikut AUTP berjumlah 56 petani permusim tanam.

"Ketika petani gagal panen maka ada penggantian, mereka dibayar asuransi Rp 6 juta/ha, sehingga dapat menjadi modal usaha lagi," ujarnya melalui sambungan telepon radio MNC Trijaya Kendari, Kamis 29/8/2019.

Lahan persawahan yang sedang digarap di Kendari saat ini sekitar 750 hektare yang tersebar di dua tempat, yakni di Kecamatan Baruga dan Kecamatan Mandonga yang masih menggunakan sistem pengairan tadah hujan, sehingga sangat berdampak apabila terjadi musim kemarau.

"Dengan datangnya musim kemarau, apalagi saat ini petani kita lagi menanam, maka akan berdampak. Apalagi sistemnya masih dengan tadah hujan," tambah Ganef.

Selain itu, Dinas Pertanian akan memberikan bantuan pompa air kepada para petani, namun sebelum itu dilakukan identifikasi persawahan yang jauh dari area sumber air.

Sebelumnya sudah ada delapan pompa air di siapkan di beberapa titik, dan saat ini Dinas Pertanian menambah dua lagi mesin pompa air untuk mengantisipasi kekeringan meluas, utamanya di daerah yang jauh dari sumber air. (Mus)