Kunker Komisi V : Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Langara Kendari dan Terminal Puuwatu

• Saturday, 31 Aug 2019 - 10:43 WIB

KENDARI - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan
kerja (kunker) spesifik di Sulawesi Tenggara, kali ini lebih fokus pada peninjauan pembangunan Pelabuhan Langara -Kendari, Jumat, (30/8).

Ketua Tim Kunker spesifik, Ibnu Munzir, mengatakan kunjungan spesifik tersebut, guna melihat lansung kondisi ril pelabuhan Langara-Kendari dan terminal tipe A Puuwatu yang rencananya akan dibangun. Hasil kunjungan tersebut akan menjadi landasan komisi V untuk mendorong percepatan pembangunan, pada penyusunan dan penetapan anggaran APBN tahun 2020.

“Proses pembahasan penyususan APBN tahun 2020, untuk Sultra fokus pada darat dan laut, sehingga melalui kunjungan ini kita mencoba mendorong itu agar pembangunan darat dan laut di Sultra yang kurang memadai dapat terselesaikan. Kan di banggar ada bapak Ridwan Bae, yang bisa perjuangkan infranstruktur di Sultra," kata Ibnu.

Menurut Ibnu, pelabuhan merupakan salah satu sarana transportasi yang paling utama bagi masyarakat. Kondisi Pelabuhan Penyeberangan Kendari-Langara saat ini sangat memprihatinkan sehingga perlu ada perbaikan dan penataan.

“Kami melihat kondisi (pelabuhan) tidak reseptentatif lagi rusak parah, begitupula terminal. Fasilitas ini perlu diperbaiki secepatnya. Tidak boleh menunggu waktu lama. Apalagi didukung saat ini ada kenaikan anggaran di sektor perhubungan, kita mencoba mendorong secepatnya terselesaikan,” imbuhnya.

“Kami melihat lahan terminal Puuwatu sudah dialihkan ke pemerintah pusat, maka perlu segera perhatian pemerintah,” tambahnya.

Sementara untuk Pelabuhan Penyeberangan Kendari-Langara, Ibnu Munzir berharap harus dibenahi seperti pelabuhan penyeberangan yang ada di wilayah Indonesia lainnya.

“Kunjungan kerja spesifik ini akan menjadi dasar dalam penetapan APBN tahun anggaran 2020 mendatang. Makanya kami melakukan kunjungan spesifik seperti ini, salah satunya kami fokus di Sultra untuk infrastruktur dan transportasi di darat dan laut,” tutur legislator Partai Golkar ini.

Kunker spesifik enam anggota Komisi V DPR RI tidak hanya melihat infrastruktur dan transportasi. Mereka ingin mengetahui peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Izhar di Perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.Progres proyek Bendungan Ameroro dan Pelosika. Serta pembangunan tanggul dan galian alur Sungai Wanggu, Kota Kendari. (La Ismeid)