Pembekalan Lulusan UMB Agar Siap Di Dunia Kerja

• Sunday, 1 Sep 2019 - 14:05 WIB

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya agar para lulusan perguruan tinggi bisa terserap dan siap kerja. Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pelatihan dilakukan dengan 36 kali pertemuan atau sekitar 2 bulan, melalui berbagai seminar di kampus-kampus. Salah satunya Universitas Mercu Buana (UMB) yang menggelar seminar Machine Learning and IOT for Supporting Industry 4.0. di Kampus UMB, Sabtu (31/8/2019).

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan, Fakultas Ilmu Komputer UMB, Dr. Ida Nurhaida ST, MT. mengatakan, seminar tersebut sangat berkaitan dengan digital talent scholarship yang diadakan Kominfo, agar lulusan melek perkembangan teknologi yang kian pesat.

"Semua peserta itu diberikan pelatihan secara intensif selama 36 kali pertemuan jadi durasi kira-kira 2 bulan. Seminar ini menjadi apa yang yang nantinya bisa memberikan gambaran penerapan dalam industri 4.0," tegasnya.

Menurutnya, peserta yang ikut seminar adalah mahasiswa tingkat akhir dan yang telah lulus, sebagai bekal mereka sebelum masuk ke dunia kerja untuk menghadapi kemajuan teknologi revolusi industri 4.0.

"Ini merupakan pembekalan yang sangat baik," ujar Ida.

Ia mencontohkan, aplikasi machine learning adalah terkait klasifikasi, prediksi dan retreet informasi melalui internet. Informasi ini sangat tren dan akan diolah menjadi prediksi dan klasifikasi data baru.

"Machine learning dan IOT kini sudah menjadi core teknologi yang suport terhadap teknologi. Sehingga bagi mereka sangat penting. Harus siap diterjunkan di industri. Kalau belum siap ya tidak terserap," tambahnya.

Ida menambahkan, ini adalah program pemerintah, dimana Kominfo mentargetkan sebanyak 25 ribu orang mendapatkan pelatihan dan akan meningkat sebanyak 65 ribu pada tahun depan di seluruh Indonesia.

"Fresh graduate diharapkan benar-benar siap menghadapi era industri 4.0. Semua lulusan fakultas Ilmu Komputer UMB diharapkan bisa terserap kerja, dimana pelatihan dan pembekalan terus dilakukan kerjasama dengan banyak pihak selama 2 bulan." tegas Ida.

Sebelumnya, perkembangan ilmu komputer selalu meningkat mengikuti kebutuhan zaman. Tak salah jika mahasiswa yang mengambil Program Studi (Prodi) Ilmu Komputer dituntut agar selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Selain itu, para mahasiswa juga diwajibkan mengantongi berbagai sertifikasi internasional teknik informatika dan sistem informasi guna menghadapi persaingan dunia kerja di dalam dan luar negeri. 

“Kami mewajibkan mahasiswa Prodi Ilmu Komputer untuk mengantongi sejumlah sertifikat supaya bisa lulus dari UMB (Universitas Mercu Buana). Karena sertifikat membuktikan mereka adalah tenaga siap pakai di bidangnya,” ungkap Ida Nurhaida.

Salah satu program sertifikasi yang telah dilaksanakan adalah Certified Secure Computer User (CSCU) dari lembaga sertifikasi berskala internasional EC-Council. Pengelolaan dilakukan Pusat Studi Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UMB. “Ada sekitar 7-8 sertifikat yang harus mahasiswa miliki agar bisa lulus di sini,” imbuhnya.

Kampus juga dituntut menyelenggarakan banyak kegiatan agar dapat meng-update pengetahuan mahasisnya sehubungan perkembangan teknologi komputer di industri. Terkait hal ini, UMB baru saja mengadakan kegiatan International Workshop and General Lecture yang mengangkat tema “State of the Art of IT Development”.

Rangkaian kegiatan ini berupa satu kegiatan workshop dan dua kegiatan kuliah umum dalam bentuk paralel session. Pada kegiatan ini Fasilkom UMB bermitra dengan IBM - Corporate Service Corps (IBM–CSC) yang didukung oleh Pyxera Global dan Yayasan Pengembangan Kapasitas dan Akses (Penta).

IBM-Corporate Service Corps (IBM–CSC) merupakan program konsultansi yang dilakukan oleh staf IBM dari seluruh dunia yang mempunyai kualifikasi tinggi. Sekaligus siap membagikan keahliannya dalam bidang ilmu komputer.

“Tujuan yang ingin dicapai adalah memperluas wawasan pengetahuan internasional kepada mahasiswa dan dosen di Bidang Ilmu Komputer yang dikemas dalam bentuk paralel session. Topik-topik yang dipilih merupakan teknologi terkini bidang teknologi informasi antara lain Design Thinking, Software Engineering, Agile, Career in IT, Project Management Tools, dan Chatbots. Materi-materi tersebut disampaikan oleh 15 orang narasumber profesional IT yang merupakan perwakilan IBM-CSC dari 8 negara,“ beber Ida Nurhaida seraya menambahkan, di antaranya Anita Bocs (Hongaria); Kameron Chao (AS); Laura Rizzi (Italia); Manoj Vakeel (India); Thomas Robinson-Williams (Inggris); Giuseppe Calavaro (Italia). (ANP)