4 Warga Tewas Pascademonstrasi Anarkistis di Jayapura, Beberapa Orang Terluka

Edy Siswanto, Antara • Monday, 2 Sep 2019 - 10:51 WIB

JAYAPURA – Demonstrasi anarkistis di Kota Jayapura, Papua, pada Kamis (29/8/2019), mengakibatkan korban jiwa. Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas menyebutkan, ada empat warga meninggal dan beberapa orang terluka pascakerusuhan tersebut.

“Kami berharap tidak ada lagi aksi balas dendam antar warga hingga menimbulkan kasus baru,” kata AKBP Urbinas di Jayapura, Senin (2/9/2019).

Selain menewaskan warga sipil aksi balas dendam antarwarga juga menyebabkan beberapa orang terluka. Namun, Urbinas belum dapat memastikan jumlah warga yang mengalami luka-luka.

Urbinas menegaskan, pihaknya tidak menoleransi bila ada lagi aksi serupa maupun aksi sweeping. “Apa pun alasannya tidak dibenarkan sehingga kami akan mengambil tindakan tegas,” ujar AKBP Urbinas.

Mantan Kapolres Jayapura menambahkan, saat ini polisi sudah menahan lima warga dan menetapkan mereka sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam. Kelima tersangka itu dikenai Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Urbinas juga mengatakan, situasi kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jayapura saat ini sudah berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat mulai normal kembali. Pusat perbelanjaan dan perkantoran yang tidak mengalami dampak juga sudah beroperasi. 

Sementara itu, bangunan yang rusak akibat dibakar atau dilempar pedemo terlihat masih dibersihkan. “Belum semua beroperasi karena ada beberapa bangunan yang terbakar,” kata AKBP Urbinas.

Direskrimum Polda Papua Kombes Tony Harsono didampingi Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal sebelumnya mengatakan, telah menetapkan 28 orang sebagai tersangka terkait demonstrasi anarkistis di Jayapura, Papua, pada Kamis (29/8/2019). Sementara sebanyak 36 orang lagi masih menjalani pemeriksaan terkait kerusuhan tersebut.

“Sebanyak 36 orang yang belum ditetapkan sebagai tersangka itu saat ini masih menjalani pemeriksaan. Tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah karena penyelidikan dan penyidikan masih terus dilaksanakan,” kata Tony Harsono, di Jayapura, Sabtu (31/8/2019).

(Sumber: iNews)