Viral Jenazah Ditandu 5 Km ke Rumah Duka karena Tak Diizinkan Pakai Ambulans

Bugma • Monday, 2 Sep 2019 - 10:59 WIB

TAKALAR – Video jenazah seorang nenek di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang ditandu keluarganya, diiringi suara tangisan, viral di media sosial. Keluarga terpaksa menandu jenazah bergantian menuju rumah duka sejauh 5 kilometer (km) karena Puskesmas Pattoppakkang tidak mengizinkan mereka menggunakan ambulans.

Dari penelusuran, video itu diunggah ke media sosial pada Minggu siang kemarin (1/9/2019). Video langsung viral hingga Senin (2/9/2019). Warga sangat menyayangkan tindakan petugas puskesmas yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Dalam video amatir tersebut, terlihat jenazah nenek Daeng Kanang berusia 58 tahun, ditandu keluarga menuju rumah duka di Desa Pattoppakkang, Kecamatan Mangngara Bombang, Kabupaten Takalar, Minggu pagi. Sambil menandu jenazah dengan berjalan kaki, keluarga nenek ini terus histeris menyuarakan kekecewaannya kepada petugas Puskesmas Pattoppakkang Kabupaten Takalar.

Nenek Kanang sempat dirawat di Puskesmas itu dan akhirnya meninggal dunia di sana. Namun, puskesmas tidak memberikan ambulans untuk digunakan keluarga membawa jenazah ke rumah duka. Padahal menurut keluarga, ambulans saat itu tidak terpakai dan tengah terparkir di halaman puskesmas.

Netizen, terutama warga Kabupaten Takalar yang menonton video itu pun mengungkapkan keprihatinan kepada keluarga Daeng Kanang. Warga sangat menyayangkan sikap petugas puskesmas yang enggan memberikan pelayanan mobil ambulans kepada keluarga sang nenek yang meninggal.

“Ini menurut saya sangat tidak wajar. Kalau memang ada ambulans puskesmas yang tersedia, kenapa itu tidak dimanfaatkan? Seharusnya itu digunakan karena memang itu fungsinya. Kasihan masyarakat yang harus menandu keluarganya yang meninggal hingga 5 km ke rumah duka,” kata warga Takalar, Muhammad Nurdin Ocang, Senin (2/9/2019).

Warga menilai, aksi menandu jenazah seperti ini tak semestinya lagi terjadi. Apalagi di seluruh puskesmas kini telah tersedia layanan mobil ambulans secara gratis yang seharusnya dapat digunakan oleh masyarakat. 

“Seperti harapan keluarga sang nenek, kita juga berharap agar pemerintah turun tangan dan melayani masyarakat kecil, terlebih dalam layanan penggunaan mobil ambulans,” kata Nurdin.

(Sumber: iNews)