Tips dan Trik Menyampaikan Cerita Traveling via Medsos

Adam Marifat • Tuesday, 3 Sep 2019 - 12:27 WIB

JAKARTA - Generasi milenial bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dengan traveling. Bukan tanpa alasan menjalani kegiatan tersebut. Pasalnya, selain menyenangkan, traveling juga memberikan efek relaksasi yang menyegarkan.

Dalam sebuah penelitian yang disusun Roger Dow, seorang presiden dan CEO dari asosiasi travel Amerika Serikat, berjudul "Travel Effect: A Call to Lead, a Means to Do So", traveling diketahui bermanfaat menurunkan risiko terserang penyakit, memperat persaudaraan, dan menambah wawasan baru.

Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik dan psikis, pengalaman jalan-jalan yang diabadikan juga dapat menggerakkan banyak orang untuk segera berwisata. Hitung-hitung juga mempercantik tampilan media sosial. Dari hal itu, Kurio kembali mengadakan Kumpul Acara Diskusi (Kurasi) Vol. 2 bertema How To Pack Your Travelling Stories.

Dalam acara yang berlangsung akhir pekan kemarin di Tanamera Coffee Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan ini, Kurasi mengundang Backpacker Jakarta Community. Komunitas tersebut adalah komunitas nonprofit yang rutin mengadakan traveling ala backpacker dengan sistem patungan.

Selain itu, Kurasi turut mengundang Content Creator, Nikko Ilham yang membagikan banyak tips and trik bagaimana menyampaikan cerita traveling lewat media sosial. "Traveling ngasih kita pengalaman yang memorable makanya sayang kalau enggak diabadikan," ujar Nikko Ilham dalam keterangan resmi Kurio.

"Bahkan bagi saya dan banyak orang juga, traveling sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup," katanya lagi.

Menurut Nikko Ilham, diferensiasi menjadi hal yang amat penting saat mengabadikan momen traveling di media sosial. Fitur Instagram Stories yang memungkinkan pengguna menikmati konten dalam bentuk vertikal juga dimanfaatkan pria yang berdomisili di Bandung ini untuk membuat Instagram Stories Magazine yang umumnya bercerita tentang pengalaman traveling-nya.

"Tinggal kita harus bedain, mana konten yang buat feed mana yang buat stories, edit pakat SnapseedUnfold, atau Canva. Selanjutnya tinggal kreativitas kita ngemasnyagimana," lanjut Nikko.

Dalam acara yang sama, Kurio juga kembali memperkenalkan fitur Kliping Kurio dari update aplikasi versi terbaru. Fitur tersebut dibuat, karena melihat kebutuhan netizen yang ingin mendapatkan informasi dengan visual menarik, singkat, padat jelas membuat konten berbentuk vertikal yang bermutu semakin dibutuhkan.

"Konten tidak harus bentuk feed, tapi juga bisa dikemas dengan bentuk vertikal. Data juga membuktikan bahwa 500 juta orang menghabiskan waktunya untuk melihat Instagram Stories," terang Senior Content Producer Kurio, Indro Moektiono.

Content Curator Kurio, Oginawa Ramadhan menambahkan bagaimana fitur Kliping Kurio sangat berkaitan dengan konten traveling. "Di versi terbaru kami punya program baru yaitu Itinerary. Di situ sebutlah teman-teman traveling ke Hongkong atau Labuan Bajo, kan butuh rencana mau ke mana aja, bujetnya berapa. Itinerary bermanfaat mewadahi teman-teman backpacker untuk membagikan cerita travelingnya," tutur Oginawa.