Menhub Duga Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Akibat Geometrik Jalan

Fahreza Rizky • Tuesday, 3 Sep 2019 - 12:45 WIB

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi prihatin atas insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 91 Tol Cipularang arah Jakarta. Budi menduga peristiwa ini terjadi karena aspek geometrik jalan, yakni menyangkut ukuran dan bentuk jalan di tol tersebut.

"Saya minta untuk kerjasamanya dengan ITB, bisa jadi ini berkaitan dengan alignment (geometrik) dari pada jalan," katanya di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Budi mengatakan, butuh waktu satu minggu untuk menganalisis penyebab kecelakaan yang terjadi di sana. Karenanya, ia sudah menugaskan Ditjen Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengevaluasi hal ini.

"Oleh karenanya saya tugaskan kemarin, mungkin kita butuhkan kalau berkaitan dengan teknis struktural, kita butuhkan paling tidak satu minggu untuk menganalisis apa yang terjadi. Karena yang sering terjadi kan di KM 90 ini. Makanya kita harus lakukan analisis," jelas Budi.

Senin 2 September 2019 siang, kecelakaan beruntun terjadi di KM 91 Tol Cipularang. Akibatnya, 8 orang tewas dan 28 lainnya luka-luka. Sebanyak 4 korban tewas sudah teridentifikasi, sisanya belum karena mengalami luka bakar di sekujur tubuh.

Insiden berawal saat sebuah dump truck terlibat kecelakaan tunggal di jalur arah ke Jakarta itu. Saat puluhan mobil kecepatannya melambat karena sedang ada proses evakuasi, sebuah dump truck yang mengangkut tanah hilang kendali karena rem blong hingga menabrak kendaraan di depannya. 21 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun, beberapa di antaranya terbakar.