Istri Bunuh Suami di Dharmasraya, Mayatnya Dikubur Dibantu 2 Putranya

Budi Sunandar • Tuesday, 3 Sep 2019 - 13:02 WIB

DHARMASRAYA – Istri yang membunuh suaminya di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Selatan (Sumsel), menguburkan mayat korban di belakang rumah dibantu oleh dua putranya. Namun, polisi baru menetapkan Sari Isa Laiya (46) sebagai tersangka.

Dua anak pelaku yang membantu menguburkan mayat Tehe Zoko Yawa (47), yakni, Viktor Nduru (24) dan Pembagi Hati Nduru (20). Sejauh ini, hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya tidak terlibat dalam pembunuhan korban yang juga ayah mereka pada dua bulan lalu, tepatnya 23 Juni 2019.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir mengatakan, setelah Sari menganiaya suaminya menggunakan kapak hingga tewas, dia berniat menguburkan mayatnya untuk menghilangkan barang bukti. Namun, pelaku tidak sanggup sendirian menggali kuburan korban dan membawa mayat korban sehingga dia meminta bantuan dua putranya. Mayat korban akhirnya dikuburkan di belakang rumah, di kompleks perumahan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT SAK, Kecamatan Padang Laweh.

“Setelah pelaku menganiaya suaminya dengan kapak hingga tewas pada 23 Juni 2019 lalu, sekitar jam 09.00 malam, dia berniat untuk menghilangkan barang bukti, dia enggak mampu karena harus mencangkul tanah dan membawa mayatnya. Dia minta tolong sama anaknya untuk menguburkan dan mencangkul tanahnya lebih dalam supaya mayat itu bisa masuk,” kata Imran, Selasa (3/9/2019).

Imran mengatakan, polisi masih terus mendalami peran kedua anak pelaku dalam kasus pembunuhan itu. Polisi juga masih terus melakukan penyelidikan. “Kami masih dalami. Untuk sementara, kami baru menetapkan satu tersangka. Untuk status dua anak pelaku, kami lihat perkembangan hasil penyelidikan,” kata Imran.

Sementara dari hasil pemeriksaan tersangka, motif pembunuhan itu karena masalah rumah tangga. Korban tidak tahan lagi menghadapi suaminya yang sering mabuk-mabukan dan menganiaya dirinya.

“Si suami ini informasinya sering mabuk-mabukan, sering memukuli dan menganiaya istrinya. Mungkin karena sudah sering dipukuli, maka terjadi lah pembunuhan itu. Mayatnya dikubur di belakang rumah, jaraknya 10 meter, masih dalam kompleks rumahnya itu,” kata Kapolres.

Pembunuhan itu terungkap setelah salah satu keluarga korban melapor ke polisi. Keluarga mendapat informasi dari tetangga bahwa korban dibunuh oleh istrinya. Bahkan, tetangga korban menyebutkan mayat Tehe Zoko Yawa dikubur di belakang rumahnya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Polisi turun ke lapangan dan mnemukan kuburan di belakang rumah pelaku. Polisi selanjutnya membongkar kuburan tersebut dan menemukan mayat korban dengan luka bekas kapak di kepala.

Mayat tersebut selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Dari penemuan itu, polisi kemudian meminta keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan. “Kami akhirnya menetapkan tersangka, yaitu istri korban dan langsung kami tahan,” kata Imran.