Menuntaskan IT Chapter Two

• Wednesday, 4 Sep 2019 - 15:45 WIB

Genre: Horor

Sutradara: Andy Muschietti ("IT", "Mama")

Pemeran: James McAvoy (film-film "X-Men", "Split," "Glass") sebagai Bill, nomine Oscar Jessica Chastain ("Zero Dark Thirty," "Mama," "Molly's Game") sebagai Beverly , Bill Hader (HBO's "Barry," "The Skeleton Twins") sebagai Richie, Isaiah Mustafa ("Shadowhunters: The Mortal Instruments") sebagai Mike, Jay Ryan ("Mary Kills People" ) sebagai Ben, James Ransone (HBO's "The Wire") sebagai Eddie, dan Andy Bean ("Swamp Thing," "Allegiant") sebagai Stanley, Bill Skarsgård sebagai Pennywise.

Durasi: 2 jam 50 menit

Distributor: Warner Bros. Pictures

Format: 2D, IMAX 2D

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 4 September 2019 

 

Dalam akhir adaptasi novel Stephen King "IT" (2017), anak-anak the Losers' Club bersumpah akan kembali ke kampung halaman di tempat terpencil Derry - Negara Bagian Maine, jika Pennywise kembali berulah.

Dua puluh tujuh kemudian, dia benar-benar kembali. 

Kini, anggota Losers Club sudah menjadi dewasa. Berkarier di kota besar dengan dunia masing-masing. Meski diceritakan ada sisi gelap atau paling tidak, belum beruntung, perjalanan hidup mereka digambarkan sukses, di antaranya Bill, si pemimpin tak resmi para pecundang, kini menjadi penulis skenario.

Beverly, sebagai satu-satunya perempuan, memiliki usaha di bidang fashion. Richie menjadi komedian, Eddie bekerja di perusahaan asuransi, Ben si anak baru masih berurusan dengan konstruksi dan arsitektur, serta Stanley yang juga diceritakan memiliki kehidupan mapan. 

Satu per satu mereka dipanggil pulang oleh Mike, yang selama ini menetap di Derry. Sebagai penduduk Derry, Mike mencium gelagat munculnya kekejaman badut pembunuh anak-anak, yang menurutnya dapat dihentikan oleh cara tunggal. Mengumpulkan kembali para pecundang, yang pernah menghabisi Pennywise, hampir 30 tahun lalu. 

Masalahnya, maukah Bill dan kawan-kawan kembali ke masa lalu di Derry? Padahal selama beranjak dewasa, mereka telah bersusah payah melupakan kengerian dengan IT. 

Kalau pun para pecundang bersedia berkumpul, bagaimana cara tepat menghentikan kekejian Pennywise yang tak lekang oleh waktu?

Reuni dan rencana mereka menuntaskan IT, ditampilkan melalui pola menakut-nakuti dan mengagetkan dalam kegelapan, dengan monster aneh, lengkap dengan mata atau lendir atau taring berlebihan, serta darah berceceran.

Selain mengandalkan audio pembangun suasana seram, IT Chapter Two juga tetap menonjolkan intimidasi badut pembawa mimpi buruk bersama ciri khas balon merah. 

Bedanya, IT Chapter Two disajikan dalam alur maju mundur, dan aktor-aktris ternama sebagai tokoh utama. Dengan begitu, penonton 17 tahun ke atas akan merasa lebih relevan, tak lagi tentang khayalan bocah semata, tetapi juga terkait problem umum, baik dalam cerita, dialog, maupun karakter yang ditampilkan. 

Penulis novel "IT" Stephen King menegaskan, “Dalam IT, sutradara Andy mengetengahkan karakter anak-anak. Sementara dalam ‘IT Chapter Two, interaksi antara the Losers saat menjadi orang dewasa, dan diri mereka yang lebih muda, muncul dalam kilas balik, membawa kembali momen-momen dari bab pertama. Kita pun melihat perspektif yang lebih luas dari sudut pandang orang dewasa. Sekali lagi, Andy menempatkan karakter di depan dan central. Hasilnya, ini menciptakan pengalaman film horor dengan pertaruhan tinggi. ” 

Menurut sutradara Andy Muschietti, dalam ‘IT Chapter Two’, the Losers harus mengingat kembali siapa mereka, dan bagaimana keterikatan mereka satu sama lain. 

"Saya yakin penonton akan ketakutan, tetapi keluar dari bioskop dengan perasaan mencerahkan," kata Andy. 

Walau melelahkan dengan keriuhan makhluk-makhluk, yang terjadi bertubi-tubi pada seluruh anggota the Losers, "IT Chapter Two" mampu mempertahankan rasa penasaran yang melegakan.