Presiden Jokowi Akan Buka Kongres Tukang Bangunan Indonesia

• Thursday, 5 Sep 2019 - 00:03 WIB

Jakarta - Peran tukang bangunan dalam sejarah pembangunan negeri ini sangatlah besar, sehingga sampai hari ini kita masih bisa melihat bangunan dan infrastruktur hasil dari kerja mereka. Namun peran besar ini tidak seimbang dengan yang didapatkan, terutama dalam hal kesejahteraan yang masih jauh dari harapan.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Mayjen (Pur) Tatang Jaenudin dan Tjetjep Saepulloh mencetuskan satu wadah yang diberi nama Dewan Pertukangan Nasional Tukang Bangunan Seluruh Indonesia. Pencetusan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program SDM Unggul Pemerintahan Jokowi.

“Setelah kami bentuk wadah bernama Dewan Pertukangan Nasional Tukang Bangunan Seluruh Indonesia, kami juga akan mendeklarasikan Hari Tukang Bangunan Indonesia pada 21 September 2019 mendatang. Kami dukung SDM Unggul program pemerintah,” kata Tatang Jaenudin selaku Ketua Dewan Pembina Dewan Pertukangan Nasional Tukang Bangunan Seluruh Indonesia, dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

Menurut Tatang, salah satu visi dan misi Dewan tersebut selain menyelenggarakan Kongres Tukang Bangunan ke-1 dan Hari Tukang Bangunan Indonesia pada 21 September 2019 mendatang, juga mendukung program Nawacita II Presiden Joko Widodo yang mengarah kepada Pembentukan SDM Unggul Indonesia Maju.

“Juga menjadikan Dewan Pertukangan Nasional Tukang Bangunan Seluruh Indonesia sebagai satu wadah dan jembatan untuk Tukang Bangunan dalam meningkatkan martabat dan kesejahteraan dalam hal sosial dan finansial. Dan juga mementuk Tukang Bangunan jadi sosok yang percaya diri, mandiri serta berintegritas, serta mengetuk hati pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib Tukang Bangunan untuk masa depan mereka yang lebih baik,” jelas Tatang.

Ia mengatakan, rencananya Presiden Jokowi akan membuka kongres yang akan digelar di Balai Sarbini Jakarta dan akan dihadiri oleh Kepala Staf Presiden, Moeldoko.

Dalam acara yang sama Tjetjep Saepulloh selaku Ketua Harian Dewan Pertukangan Nasional Tukang Bangunan Seluruh Indonesia dan juga Kongres Tukang Bangunan ke-1, mengatakan, pihaknya telah mempunyai target program.

Pertama adalah mengajukan dan merealisasikan visi dan misi untuk para Tukang Bangunan di seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan kementerian, sehingga pemerintah mendukung kementerian terkait untuk merumuskan dan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian yang menjadi dasar untuk meningkatkan kesejahteraan tukang bangunan seluruh Indonesia.

“Kedua menetapkan SKB 4 Menteri yaitu, Menaker, Menteri PUPR, Mendag dan Menteri BUMN sebagai payung hukum Organisasi Tukang Bangunan Indonesia. Dan ketiga meligitimasikan 34 Pengurus Bedeng Wilayah (PBW) setingkat Provinsi, 220 Pengurus Bedeng Daerah (PBD) tingkat Kabupaten-Kota dan 70 Pengurus Bedeng Cabang (PBC) tingkat Kecamatan dengan jumlah anggota tercatat 150 ribu orang,” papar Tjetjep.

Jumlah 150 ribu orang tersebut merupakan 10 persen dari jumlah Tukang Bangunan se Indonesia yang menurut Data Statistik berjumlah 15 juta orang.

“Maka besar harapan kami Bapak Presiden Joko Widodo dapat mendukung program kami. Sehingga Program SDM Unggul Indonesia Maju yang digaungkan bapak Presiden dapat menjadi bukti nyata, bukan hanya wacana,” kata Tjetjep. (ANP)