Gandeng BI, Kemenperin Teken MoU untuk Perkuat Industri Manufaktur

Rully Ramli • Thursday, 5 Sep 2019 - 17:14 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Bank Indonesia (BI) bersinergi memperkuat kinerja industri manufaktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan, dan inklusif.

Hal tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama dan Koordinasi dalam rangka Pelaksanaan Tugas Bank Indonesia dan Kementerian Perindustrian yang ditandatangani Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

“Tujuan dari MoU adalah untuk mendukung peningkatan daya saing sektor industri nasional, sehingga dapat meningkatkan ekspor, memperbaiki neraca transaksi berjalan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, serta mendukung stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran,” kata Menperin lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

MoU ini merupakan dasar bagi kedua belah pihak dalam memperkuat koordinasi dan sinergi pelaksanaan tugas dan kewenangan untuk mendukung penguatan industri dan manufaktur.

“Tentunya MoU ini adalah sebuah langkah yang penting dalam membantu mendorong peningkatan daya saing industri manufaktur nasional,” ucap Airlangga.

Dalam upaya peningkatan industri nasional, BI berperan penting antara lain untuk mendorong peningkatan akses dan perluasan sumber-sumber pembiayaan yang kompetitif untuk industri dan infrastruktur pendukung industri.

Selain itu, kata Airlangga, dukungan bank sentral bagi dunia industri akan mendorong perluasan sumber-sumber pembiayaan jangka panjang dan suku bunga yang kompetitif untuk memperkuat investasi.

“Tentunya, bagi industri kecil dan menengah (IKM), BI bisa memberikan fasilitas untuk mendapatkan suku bunga yang terjangkau dan kompetitif,” tuturnya.

Dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah (Rakorpusda) dan BI tersebut, Menperin menyampaikan upaya peningkatan daya saing industri manufaktur nasional, antara lain memetakan visi pembangunan industri nasional menjadi negara industri yang tangguh melalui sasaran pengembangan industri 2020-2024, misi pembangunan industri nasional, serta fokus pengembangan industri 2020-2024.

“Melalui transformasi struktural, sektor industri manufaktur diharapkan memberikan kontribusi dalam menghasilkan sumber-sumber pertumbuhan khususnya melalui produk manufaktur berbasis ekspor,” ujarnya.

 

(Sumber : iNews.id)