Pekan Kebudayaan Nasional 2019, Menumbuhkan Kebudayaan Daerah Lebih Maju

• Thursday, 5 Sep 2019 - 17:46 WIB

Kendari - Pekan Kebudayaan Nasional Disbudpar Kota Kendari digelar di taman Kota Kendari Kamis, (5/09/2019). Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota Kendari terhadap pemajuan kebudayaan dan pengembangan ekosistem kebudayaan sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan Kota Kendari.

Kota Kendari ditetapkan sebagai salah satu dari kabupaten kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang memperoleh peluang dan kesempatan serta akses finansial yang dialokasikan khusus oleh pemerintah pusat, melalui strategi kebudayaan yang telah ditetapkan oleh Presiden dan rencana induk pemajuan kebudayaan. Tujuan dan sasarannya adalah kemajuan 10 objek kebudayaan antara lain yaitu tradisi lisan, teknologi tradisional, serta permainan rakyat dan kesenian tradisional.

“Sebagai kepala daerah tentunya mengapresiasi hasil kerja serta daya upaya yang dilakukan oleh tim penyusun pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah atau PPKD kota Kendari, karena tentu saja mendapat peluang yang dimaksud bukanlah suatu hal yang mudah tetapi butuh keseriusan tim penyusun PPKD dalam proses identifikasi, analisis serta pengkajian mendalam terhadap objek-objek kebudayaan yang ada di kota Kendari. Berkat upaya kerjasama kita semua, serta dengan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala akhirnya Kota Kendari dapat membuat dan menetapkan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah yang telah diserahkan dan diterima oleh Presiden Republik Indonesia pada pelaksanaan Kongres kebudayaan Indonesia tanggal 9 Desember 2018," kata Walikota Kendari H. Sulkarnain K, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I, Makmur.

Perlu diketahui bahwa, permainan rakyat dan pertunjukan kesenian tradisional yang akan berlangsung dalam kegiatan pekan Kebudayaan Nasional di kota Kendari, bukan hanya merupakan objek pemajuan kebudayaan semata. Tapi justru menjadi salah satu fokus pemerintah pusat dengan melibatkan daerah-daerah untuk bersama menetapkan program prioritas dalam rencana aksi kemajuan kebudayaan yang berhasil disusun sebagai resolusi bersama seluruh peserta Kongres kebudayaan. Yaitu : melembagakan pekan kebudayaan nasional sebagai platform aksi bersama untuk meningkatkan interaksi kreatif antar budaya.

Sementara itu Plt.Kadis Kebudayaan dan Pariwisata kota Kendari, Fauziah A. Rachman mengatakan, tujuan dilaksanakan Pekan Kebudayaan Nasional ini adalah untuk menumbuhkan kebudayaan daerah supaya lebih maju, terpelihara dan dapat dilestarikan.

Kegiatan ini akan rutin dilakukan tiap tahun dan hasilnya akan diekspresikan lagi di tingkat nasional. Sementara pesertanya adalah khusus paguyuban dan sekolah tingkat menengah pertama yang ada di kota kendari.

Kepada masyarakat agar bisa mengenal lebih luas kebudayaan yang ditampilkan di Pekan Kebudayaan Nasional ini, dimana di kota kendari ada 7 paguyuban terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari total 23 Paguyuban yang ada. Tujuh paguyuban itu adalah  Pasundan, Bali, NTT, Jogja, Gorontalo, Muna Barat dan Kendari. (Hengky)