Kampanyekan Program KLA di Sekolah, P3A Memberikan Pemahaman dan Pengetahuan Akan Hak Anak

• Thursday, 5 Sep 2019 - 22:23 WIB

KENDARI - Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) gencar mengkampanyekan program Kota Layak Anak (KLA), Pencegahan Pernikahan Usia Anak dan Pemenuhan Hak Anak di sekolah-sekolah.

Tercatat lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) representatif di Kota Kendari menjadi lokasi pelaksanaan kampanye KLA Dinas P3A.

Asisten II Setda Pemkot Kendari, Rusnani mengungkapkan, baru-baru ini Kota Kendari kembali meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat madya. Dimana, secara umum KLA dimaksudkan untuk memenuhi hak dan melindungi anak, termasuk mendapatkan tempat yang layak.

Selain itu, secara khusus, KLA bertujuan untuk membangun inisiatif pemkot yang mengarah pada upaya transformasi konvensi hak anak dan kerangka hukum ke dalam definisi, strategi dan intervensi pembangunan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang ditujukan untuk hak anak dan perlindungan anak pada suatu wilayah.

"Kita mau mewujudkan anak-anak yang sedang berkembang ini agar bisa menjadi anak-anak yang bisa diharapkan. Artinya bebas dari kegiatan negatif, jadi kita bimbing mereka kearah positif, jauh dari narkoba dan juga kekerasan kepada anak," ucap Rusnani usai membuka secara resmi kegiatan Kampanye KLA di SMPN 5 Kendari, Kamis (5/9/2019).

Sekretaris Dinas P3A Kota Kendari,  Asridah Mukaddim, menambahkan, kampanye KLA di sekolah-sekolah bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada siswa terkait hak-haknya sesuai UUD 1945 Pasal 28B ayat 2 dan 28C bahwa anak-anak memiliki hak untuk dilindungi.

"Berdasarkan UUD, sesungguhnya mereka punya hak dilindungi. Dilindungi dari kekerasan, ancaman dan hal-hal lain yang buruk bagi anak. Termasuk, memiliki hak-haknya di sekolah yang patut diterima anak dan juga diterima oleh tenaga-tenaga pendidik. Misalnya, hak anak untuk aman di dalam sekolah, hak memperoleh tempat yang layak. Diperlakukan adil dan tidak ada bulli antar teman," kata Asridah.

Pasalnya, sambung Asridah, belakangan ini sering terjadi kasus pelecehan seksual kepada anak. Artinya lanjut dia, melalui kampanye KLA anak mendapat edukasi hal-hal sebatas mana pertemanan antara laki-laki dan perempuan.

"Kali ini hanya lima sekolah saja, diantaranya SMPN 5 Kendari, SMPN 12 Kendari, Frater. Kelima sekolah ini merupakan sekolah percontohan sesuai lokasi masing-masing yang tersebar di Kota Kendari dan memang sekolah-sekolah ini representatif untuk dijadikan percontohan. Dengan harapan sekokah-sekolah ini dapat menularkan apa yang sudah didapatkan ke sekolah lainnya," tutup Asridah. (Hengky)