Suami Aniaya Istrinya dengan Besi Behel hingga Tewas, Pelaku Mengaku Khilaf

Fitriadi • Friday, 6 Sep 2019 - 13:11 WIB
Tersangka penganiaya istri hingga tewas mengaku khilaf saat dihadirkan dalam pemaparan di Mapolsek Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. (Foto: iNews/Fitriadi)

OGAN ILIR – Seorang suami di Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), tega menganiaya istrinya hingga tewas karena curiga korban berselingkuh. Pelaku Evid bin Awi (48), yang telah menyerahkan diri kepada polisi mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya.

Pelaku yang berprofesi sebagai pedagang minuman mengaku, dirinya sebenarnya tidak berniat membunuh istrinya Santi Binti Mirza (40), pada Rabu (4/9/2019) lalu. Dia memukul istrinya berkali-kali dengan sepotong besi karena tidak mau diajak berdagang ke pasar. Selain itu, dia juga cemburu dan curiga istri yang telah dinikahinya selama 15 tahun, berselingkuh dengan laki-laki lain.

“Sebenarnya aku enggak tega, tapi aku khilaf,” kata Evid Bin Awi di Mapolsek Inderalaya, Jumat (6/9/2019).

Pelaku juga meminta maaf kepada keluarga karena telah menghabisi nyawa isterinya. Evid mengaaku siap bertanggung jawab atas perbuatannya sehingga langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Inderalaya.

Sementara paman korban, Siswanto mengatakan, dua hari sebelum kejadian, korban sempat tinggal di rumahnya karena ditalak satu oleh tersangka. Namun, tersangka bersama keluarganya kemudian menjemput korban.

“Dia (korban) pernah mengaku dia diancam suaminya karena dituduh telah berselingkuh, padahal itu tidak terbukti,” kata Siswanto.

Kapolsek Inderalaya AKP Bambang Julianto mengatakan, pihaknya menangani kasus itu setelah mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai penganiayaan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya pada Rabu pagi. Korban yang tewas dengan luka robek di kepala dan memar, telah dibawa ke puskesmas terdekat. Tim Polsek Inderalaya kemudian mendatangi puskesmas tersebut.

“Kami langsung ke puskesmas itu dan benar korban sudah meninggal dunia. Kami langsung mengamankan pelaku. Kami olah TKP di tempat kejadian penganiayaan yang menyebabkan korban tewas di Desa Lubuk Sakti, di rumah tersangka,” katanya.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti yang digunakan tersangka menganiaya istrinya berupa besi behel sepanjang 50 sentimeter (cm). Besi itu digunakan pelaku memukul istri di bagian kepala, dan leher, hingga korban tewas.

Berdasarkan olah TKP dan hasil BAP terhadap pelaku, kejadian itu bermula saat pelaku hendak mengajak korban untuk pergi berjualan di Pasar Inderalaya, Rabu (4/9/2019). Namun, ajakan itu ditolak oleh istrinya. Pelaku yang emosi kemudian masuk ke mobilnya dan mengambil besi behel.

Pelaku selanjutnya kembali mendatangi istrinya yang saat itu duduk di kursi tamu depan. Dia kembali mengajak korban untuk berjualan. Lagi-lagi ajakan itu ditolak oleh korban sehingga pelaku langsung memukul korban menggunakan besi yang dipegangnya. Korban dipukul tiga kali di bagian kepala, bahu dan leher hingga jatuh dan tersungkur.

Setelah korban dibawa warga ke puskesmas, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Inderalaya. Ayah dua anak itu mengakui perbuatannya membunuh sang istri.

“Salah satu motifnya, tersangka cemburu terhadap istrinya. Dia menduga istrinya selingkuh dengan laki-laki lain. Dari pemeriksaan sementara juga kami pastikan pelaku adalah pelaku tunggal,” katanya.

Kapolsek Inderalaya mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, khususnya Pasal 44 ayat 3, yaitu kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Bambang Julianto.

(Sumber: iNews)