Kompetisi Roket Air Regional Kembali Digelar di PP Iptek TMII

• Sunday, 8 Sep 2019 - 07:43 WIB

JAKARTA — Sebanyak 400 pelajar yang berasal dari 93 sekolah SMP dan SMA memadati Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) yang berlokasi dalam area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (7/9/2019). Mereka tumpah ruah mengikuti kegiatan Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) yang berlangsung pada 7-8 September 2019.

Kompetisi roket air adalah ajang adu keterampilan bagi pelajar usia 12 – 16 tahun di bidang teknologi antariksa. Roket air sendiri dapat digunakan sebagai media dalam menjelaskan prinsip sains yang dikenal dengan Hukum Newton.

Nah, kompetisi ini terbagi dua sesi yakni pembuatan roket air dan peluncuran roket air. Pada hari pertama, Sabtu (7/9), para peserta dibekali pelatihan dalam workshop bagaimana membuat roket air. Dalam workshop ini, para peserta membuat dua roket. Satu roket untuk bahan peragaan, satu roket lagi untuk kompetisi peluncuran.

Para peserta yang berada di ruang kelas lantai 3 gedung PP-IPTEK begitu serius menyimak langkah-langkah membuat roket. Roket air ini terbuat dari bahan botol plastik berkaborasi dengan jumlah minimal sebanyak dua buah botol yang akan dirakit menjadi satu bagian badan (body) roket air.

Badan roket air lalu dilengkapi dengan sirip roket yang terbuat dari bahan infraboard atau sterofoam tebal yang dipotong dan dibentuk seperti sirip roket pesawat ulang alik. Desain sirip roket bentuknya dapat bermacam-macam tergantung dari kreativitas para peserta, namun dalam kompetisi ini bentuk sirip roket sudah ditentukan oleh panitia dari PP-IPTEK.

Sesi selanjutnya atau sesi kedua, yaitu kegiatan di lapangan pada Minggu (8/9). Diawali dengan uji coba peluncuran roket air. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan uji coba peluncuran dan dilanjutkan dengan kompetisi peluncuran sesi 1 berdasarkan zona/target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 50 meter.

“Penilaian akan diambil jarak yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2. Setelah penilaian, 50 pemenang terbaik berhak melanjutkan ke tingkat nasional,” kata Kepala Sub Divisi Program dan Pendidikan PP IPTEK, Putu Lia Suryaningsih, di sela kegiatan.

Ia mengatakan, kompetisi ini untuk mewadahi potensi bidang sains bagi generasi muda untuk terus berkembang dan berperan serta dalam kemajuan teknologi di bidang antariksa.

“Selain itu, untuk menumbuhkembangkan minat, kreatifitas, dan inovasi pelajar Indonesia terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan,” tutur Putu didampingi Kepala Divisi Operasi PP IPTEK, Setyo Purnomo.

KRAR ini dilakukan sebagai tahap awal dari kompetisi roket air selanjutnya, yakni Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional (KRAN) dan Kompetisi Roket Air Internasional se-Asia Pasifik (KRAI) yang tahun ini akan diselenggarakan oleh Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) di Jepang pada November 2019.

Kegiatan Kompetisi Roket Air Tingkat Regional selain dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan Banten juga diselenggarakan di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Kegiatan KRAR di wilayah lainnya diselenggarakan oleh science center di masing-masing wilayah.

Perwakilan pemenang terbaik dari masing-masing wilayah akan berkumpul dalam Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada 7-30 September 2019 di PP-IPTEK, Jakarta.

PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran iptek bagi masyarakat, khususnya generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara.

Selain kegiatan roket air masih banyak lagi peragaan dan program sains yang disajikan oleh PP-IPTEK kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengetahuan iptek masyarakat. (ANP)