Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Dihentikan, Netizen Murka kepada KPAI

Ramdani Bur • Monday, 9 Sep 2019 - 11:14 WIB
Anak-anak yang lolos ke putaran final Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di Kudus. (Foto: @PBDjarum)

JAKARTA – Internet citizen (Netizen) murka Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis akan dihentikan per 2020. Mereka kecewa kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dinilai menjadi penyebab PB Djarum menghentikan audisi pencarian bakat-bakat muda bulu tangkis Indonesia tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, KPAI dan PB Djarum memang terlibat diskusi yang cukup panas. KPAI menilai PB Djarum telah mengeksploitasi anak dalam audisi yang telah diadakan mereka.

Eksploitasi yang dimaksud KPAI adalah, PB Djarum meminta kepada anak-anak yang mengikuti audisi untuk menggunakan seragam yang bertuliskan merek rokok. Hal itu dianggap sebagai salah satu bentuk mengiklankan merek rokok dengan menjadikan anak-anak yang mengikuti audisi sebagai alatnya.

KPAI berani berkata itu karena menjadikan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak maupun PP No 109 Tahun 2012 sebagai tameng. Regulasi tersebut melarang perusahan rokok menyelenggarakan kegiatan yang menampilkan logo, merek, atau brand image produk tembakau.

“#PBDjarumJanganPamit kita masih butuh engkau buat kami bangga,” tulis akun @sitihasanah7991.

“Sudah 50 tahun PB Djarum berkontribusi untuk negeri di bidang bulu tangkis, tak sedikit atlet-atlet jebolan dari Audisi PB Djarum mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Kini PB Djarum dituduh mengeksploitasi anak oleh KPAI. #PBDjarumJanganPamit,” lanjut akun @KomunitasKretek

“Apakah KPAI tidak bisa membedakan antara eksploitasi anak dengan membina bibit unggul generasi muda calon atlet masa depan #PBDjarumJanganPamit,” sambung akun @rebiasonia

Tentu harapannya, keputusan terbaik dapat ditemui kedua belah pihak, baik PB Djarum maupun KPAI. Sebab, pada ujungnya kepentingan bangsa dan negara berada di atas segalanya.

(Sumber: Okezone)