Mahasiswa Indonesia di Philadelphia Bikin Workshop Jamu

• Tuesday, 10 Sep 2019 - 10:59 WIB
Permias Philadelphia memperkenalkan kembali tradisi minum jamu kepada generasi milenial Indonesia di Amerika. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Para mahasiswa Indonesia di Philadelphia, Amerika Serikat, yang tergabung dalam Permias (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia-Amerika Serikat) Philadelphia, belum lama ini mengadakan kegiatan yang unik. Mereka memperkenalkan kembali tradisi minum jamu kepada generasi milenial Indonesia di Amerika serta komunitas internasional di negara Paman Sam itu.

Lewat workshop bertajuk “Suwe Ora Jamu: Celebrating Jamu as a new lifestyle for the young generation”, para mahasiswa itu berkolaborasi dengan brand lokal Suwe Ora Jamu di bawah pimpinan Nova Dewi. Acara diselenggarakan pada Minggu (8/9/2019) di Cafe? Square One, Philadelphia.

Humas Permias Philadelphia sekaligus inisiator acara, Audrey Tirtaguna menuturkan, jamu sebagai minuman herbal tradisional Indonesia kurang populer di kalangan generasi milenial. Namun, oleh brand Suwe Ora Jamu, produk herbal itu dikemas menjadi minuman yang menyegarkan dan disukai oleh anak muda tanpa mengurangi khasiatnya.

“Saya terkesan dengan brand Suwe Ora Jamu yang saat ini sedang happening dan giat mempromosikan produknya di berbagai penjuru Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Dan kebetulan pada September 2019 ini pendiri Suwe Ora Jamu, Ibu Nova Dewi, punya kesempatan mengunjungi Amerika,” ungkap Audrey lewat pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

“Sehingga, sungguh apresiasi yang luar biasa buat kami sebagai pengurus Permias Philadelphia ketika Ibu Nova berkenan bekerja sama dengan kami untuk bersama-sama memperkenalkan jamu dengan membuat workshop tentang jamu hingga proses pembuatannya,” ucapnya.

Audrey menuturkan, selain komunitas Indonesia di Philadelphia, Permias juga mengundang rekan-rekan mahasiswa dan komunitas Indonesia di kota-kota sekitar seperti New York, New Jersey dan Washington DC. Dalam acara tersebut, diadakan berbagai kegiatan, seperti jamu tester; presentasi dan tanya jawab tentang sejarah dan perkembangan jamu, dan; demo pembuatan jamu dari bahan-bahan yang bisa ditemui sehari-hari.

“Yang paling menarik adalah jamu workshop (praktek singkat pembuatan jamu) yang dapat diikuti para pengunjung,” tuturnya.

Menurut dia, jamu sebagai salah satu warisan leluhur sudah seharusnya dilestarikan karena menjadi akar budaya penting dalam kebudayaan Indonesia. Jamu sudah rutin dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sejak dulu sebagai minuman kesehatan maupun penyegar tubuh.

Audrey menyampaikan harapannya dengan adanya acara ini, jamu dapat diperkenalkan kembali secara komprehensif. Dia yakin, konsep Suwe Ora Jamu sebagai jamu kaum milenial dapat merebut hati dan selera generasi muda sekaligus melestarikan jamu Indonesia.

(Sumber: iNews)