Digital & Risk Management in Insurance Seminar : Telusuri Potensi Pasar Asuransi Jiwa di Kalangan Generasi Milenial

• Wednesday, 11 Sep 2019 - 16:51 WIB

Jakarta - Teknologi tidak hanya mengubah perilaku individu dalam melakukan kegiatan sehari-hari, namun juga mengubah pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya.

Perkembangan teknologi digital keuangan telah mengubah lanskap bisnis saat ini, dimana setiap pelaku industry keuangan harus terus memantau dan bergerak cepat dalam melihat kebutuhan yang ada.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berkomitmen mendorong pelaku industri asuransi dan industri terkait lainnya untuk terus menerapkan best practices teknologi digital yang tepat guna di industri asuransi. Untuk itu, AAJI kembali menyelenggarakan Digital & Risk Management in Insurance Seminar (DRIM) pada 25-27 September 2019.

Merujuk data dari Hootsuite.com mengenai tren internet dan media social 2019, dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 268,2 juta, pengguna internetnya telah mencapai 150 juta (tumbuh 13%), 150 juta pengguna media sosial (tumbuh 15%) dimana 86% dari mereka melakukan pembelian secara online dan 93% melakukan pencarian produk/layanan secara online.

Data ini memperlihatkan tingginya pengguna internet di Indonesia dan menggambarkan betapa besarnya keinginan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat dan realtime.

"Pelaku industri asuransi jiwa harus segera menyiapkan strategi untuk menjawab perkembangan dunia digital saat ini. Perkembangan teknologi digital selayaknya diintegrasikan di dalam perencanaan bisnis perusahaan, dimana hal ini diharapkan dapat memaksimalkan penetrasi saluran distribusi, pengembangan produk, pelayanan pelanggan, bisnis proses, dan lain-lain," jelas Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon di Jakarta (11/9/2019)

Dengan diadakannya DRIM 2019 diharapkan dapat mendorong industri asuransi agar siap menghadapi era digital, dan dapat mendukung pengembangan beragam platform digital yang mampu meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia.

Seminar DRIM AAJI 2019 mengangkat tema Capturing Potentials among Digital Millennials, diadakan di The Westin Resort Nusa Dua Bali, 25-27 September 2019. Kegiatan ini akan menghadirkan beberapa pembicara dan pakar dunia digital, industri asuransi serta pelaku yang telah memanfaatkan teknologi keuangan berbasis digital.

"Jumlah milenial di Indonesia itu sangat besar, dimana sebagian dari mereka adalah pengguna internet dan sangat aktif dalam menggunakan layanan digital keuangan. DRIM AAJI 2019 bertujuan untuk mendorong industri asuransi agar lebih paham dan melihat potensi serta keunikan generasi milenia ini," kata Wiroyo Karsono, Ketua Panitia DRIM AAJI 2019.

Wiroyo menambahkan, melalui seminar ini diharapkan perusahaan asuransi dapat menganalisa secara tepat, dan menentukan keputusan bisnis terbaik guna meraih potensi generasi milenial, melalui literasi dan inklusi keuangan berbasis digital.

Selain mengikuti seminar, peserta dari Industri Asuransi akan mendapatkan 40 Poin Manajemen Program Manajemen Risiko Asuransi dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia. (ars)