Melihat Rumah Masa Kecil BJ Habibie di Parepare Sulsel yang Akan Menjadi Museum

Ichsan Anshari • Thursday, 12 Sep 2019 - 13:41 WIB
Suasana rumah masa kecil Presiden ke-3 RI, BJ Habibie di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulsel, Kamis (12/9/2019). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

PAREPARE – Kota Parepare di Sulawesi Selatan (Sulsel), tidak bisa dilepaskan dari sosok Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Di kota ini lah, Habibie dilahirkan pada 83 tahun silam, tepatnya 25 Juni 1936.

Anak keempat dari delapan bersaudara itu tinggal di sebuah rumah dinas yang asri, tepatnya di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Rumah berwana oranye ini menjadi saksi bisu lahirnya salah satu putra terbaik Indonesia.

Bersama orang tuanya, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan Tuti Marini Puspowardojo, BJ Habibie menjalani masa kecilnya di rumah ini. Di rumah ini pula ide besarnya muncul untuk menciptakan pesawat terbang, saat BJ Habibie kecil berlari keluar untuk mengejar pesawat yang melintas di atas rumahnya.

Setelah beberapa tahun tinggal di rumah di Kota Parepare itu karena orang tuanya berdinas di sana, BJ Habibie bersama keluarganya meninggalkan rumah tersebut. Mereka pindah ke Surabaya.

Namun, hingga kini masih ada beberapa perabotan rumah keluarga BJ Habibie yang masih digunakan di rumah itu. Salah satunya ranjang besi, yang disebut menjadi tempat tidur BJ Habibie semasa kecil. Selain rumah itu, keluarga BJ Habibie juga memiliki rumah pribadi di Jalan Bau Massepe, Parepare.

Saat ini, rumah yang menjadi saksi kelahiran almarhum Presiden ke-3 RI BJ Habibie, telah menjadi aset perusahaan perbankan BUMN untuk dijadikan sebagai rumah dinas.

Prasasti yang menjelaskan status rumah masa kecil Presiden ke-3 RI, BJ Habibie di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulsel, Kamis (12/9/2019). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare berupaya untuk membeli rumah tersebut untuk dijadikan sebagai Museum BJ Habibiea. Selama ini, rumah tersebut juga telah berstatus bangunan cagar budaya (dugaan kajian) Nomor: 20/TP-CB-PRE/2016.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe saat mengunjungi rumah tempat kelahiran mantan Wakil Presiden RI itu, sesaat sebelum BJ Habibie dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

“Ini adalah tempat yang kita akan jadikan museum satu satunya di dunia,” ujar Taufan.

Taufan pun menceritakan pertemuannya dengan BJ Habibie saat berkunjung ke Kota Parepare tahun 2017. Saat itu, dirinya pernah menyampaikan kepada BJ Habibie mengenai idenya mendirikan museum tokoh bangsa Indonesia itu.

“Beliau menantang saya dengan mengatakan, saya tantang kamu Taufan untuk membuat museum di rumah kelahiran saya,” ujar Taufan.

Suasana rumah masa kecil Presiden ke-3 RI, BJ Habibie di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulsel, Kamis (12/9/2019). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

Taufan mengatakan, rencana pembangunan Museum BJ Habibie juga sudah mendapatkan dukungan positif dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Lokasinya pun berdekatan dengan Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun di Kota Parepare.

“Rumah beliau itu telah menjadi aset daerah sekarang, sehingga Insya Allah tahun 2020 kita mulai membangun museum tersebut,” ujar Tuafan.

Selain museum tersebut, Pemkot Parepare juga berencana membangun Taman BJ Habibie. Tujuannya untuk menjadikan tokoh Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Soeharto itu sebagai edukasi dan inspirasi.

(Sumber: iNews)