MBA Consulting Ingatkan Pentingnya Manajemen Kredit

• Friday, 13 Sep 2019 - 18:59 WIB

JAKARTA - M.B.A Consulting Indonesia bekerjasama dengan PwC Indonesia dan Black Pine Executive Consulting menyelenggarakan event yang bertajuk Non Performing Loan (NPL) Management Forum pada tanggal 12 September 2019 di Jakarta.

Forum ini diharapkan bisa memberikan informasi yang komprehensif mengenai faktor faktor yang terkait NPL Management, termasuk tata kelola penagihan baik di level lokal maupun level global, peraturan terkait, tata kelola resiko, studi kasus, dan prospek bisnis.

“Event ini adalah yang pertama kali kami selenggarakan . Kami berencana untuk menyelenggarakan event seperti ini secara rutin dengan melibatkan institusi-institusi yang berkepentingan, melakukan diskusi dan mencari solusi atas hal hal yang berdampak besar terhadap kondisi perekonomian nasional,” kata Wihantoko, President Director M.B.A Consulting Indonesia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/9).

Forum ini adalah yang pertama kali diselenggarakan, dimana top management dari berbagai institusi keuangan berkomunikasi dan berbagi pengalaman tata kelola kredit macet atau NPL,dan tata kelola penagihan.

“Pembentukan tata kelola penagihan piutang yang baik adalah sebuah proses. Kami memiliki pengetahuan dan pengalaman , dan akan berkontribusi didalam proses tersebut. Dimana didalamnya harus diakomodasi aspek hukum, kode etik, dan juga azas perlindungan konsumen,” katanya.

Hal ini juga adalah sebagai langkah antisipasi ditengah issue mengenai maraknya penagihan yang dilakukan diluar batas yang dilihat di berbagai media. Forum ini adalah ajang komunikasi dan bersama sama mencari solusi.

“Kami mengharapkan forum ini menjadi langkah awal para pelaku pasar keuangan di Indonesia untuk bisa memperbaiki tata kelola penagihan yang mengacu kepada edukasi dan perlindungan konsumen,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdampak positif terhadap bisnis usaha consumer, yang mengakibatkan tingginya perkembangan retail lending.

Peningkatan volume kredit tersebut harus diantisipasi dengan manajemen resiko dan kualitas portfolio yang baik, untuk meminimalkan resiko kredit macet / NPL yang akan mengganggu likuiditas perusahaan dan pada akhirnya berdampak terhadap perekonomian nasional. (ANP)