Selain Dekat Dengan Presiden, Kepemimpinan Airlangga di Golkar Terbilang Sukses

• Saturday, 14 Sep 2019 - 23:38 WIB

Jakarta - Rivalitas antara Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartato untuk merebut kursi ketua umum Golkar pada musyawarah nasional (Munas) semakin sengit. Wakil Ketua Umum PP AMPG, Dicky Loupatty menilai Airlangga Hartato lebih dekat ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

"Kalau soal kedekatan, hari ini yang paling dekat itu adalah Pak Airlangga Hartato karena dia ada di kabinet,” kata Dicky dalam diskusi polemik ‘Bursa Ketum Golkar, Kemana Istana Berlabuh?’ di D’Consulate, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9).

Kedekatan Airlangga dan Jokowi bahkan kerap diperlihatkan kepada publik. Yang terbaru ditunjukkan saat peluncuran mobil Esemka di Boyolali pada Jumat (6/9). Kala itu Airlangga bahkan menyopiri Jokowi saat melakukan uji coba mobil tersebut.

Tak hanya dekat dengan Presiden,  kepemimpinan Airlangga di Golkar juga terbilang sukses. Di tangan Menteri Perindustrian ini, Golkar berhasil mendapatkan 85 kursi di parlemen pada Pileg 2019.

Pencapaian itu di luar prediksi lembaga survei yang sejak awal menyebut Golkar akan mengalami penurunan suara yang sangat signifikan. Mengingat lima tahun terakhir Golkar diterpa beragam masalah yang merusak image-nya di tengah masyarakat.

"Itu yang patut yang kami syukuri,” kata Kepala Bidang Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Dia juga menyebut segala permasalahan yang dihadapi Golkar saat ini hanya dinamika politik. Ini karena Golkar menerapkan sistem demokrasi dalam partai, semua kader bisa menyampaikan aspirasinya dan bahkan maju sebagai calon ketum Golkar.

"Internal Golkar itu sehat saja. Kalaupun ada (konflik internal) itu hanya dinamika politik,” tutupnya.