Inilah Alat Bantu Dengar Cerdas, Livio AI

• Tuesday, 17 Sep 2019 - 19:33 WIB

JAKARTA - Starkey Hearing Technologies meluncurkan alat bantu dengar dengan sensor kesehatan dan penerjemah bahasa pertama di Indonesia.

Alat bantu pendengaran yang dinamakan Livio AI mampu melacak aktivitas fisik dan kesehatan serta mampu menerjemahkan 27 bahasa secara instan. 

Direktur utama PT Alat Bantu Dengar Indonesia, Fitri Fathia Kirana mengatakan, kerusakan pendengaran dapat menyebabkan penyakit demensia karena mereka tidak mampu menggunakan otak untuk mengolah kata-kata dan suara. 

"Ketika seseorang menerima suara saat berkomunikasi, maka sesungguhnya mereka tidak hanya menggunakan telinga, namun juga otak mereka untuk dapat memahami pesan tersebut," papar Thia di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat pada Senin (16/9).

Alat bantu dengan bernama Livio AI ini dibanderol dengan harga 4 hingga 60 juta rupiah, bergantung teknologi apa yang ingin dimiliki oleh penggunanya. 

"Peluncuran Livio AI ini diharapkan dapat menjadi standar alat bantu kesehatan karena telinga menjadi tempat terbaik untuk mendeteksi kesehatan seseorang," tutupnya.

Menurutnya, alat bantu dengar yang pertama di dunia tersebut juga mendapatkan penghargaan dengan sensor terpadu dan kecerdasan buatan.

Ia menjelaskan, Livio AI revolusioner melacak kesehatan otak dan tubuh dan merupakan alat bantu dengar pertama di dunia dengan Fall Detection dan Alert and Translation Language.

Peluncuran global mencakup aplikasi seluler yang baru, Thrive Hearing Control; dan tiga aksesori nirkabel baru - Starkey Hearing Technologies TV, Remote dan Remote Microphone +.

"Pertama dan terpenting, Livio Al adalah alat bantu dengar dengan kinerja terbaik dan terbaik yang pernah kami buat. Apa yang menjadikan hari ini momen penting dalam industri pendengaran global, adalah bahwa dengan Livio AI, kami telah mengubah perangkat sekali pakai menjadi dunia. alat bantu dengar multiguna pertama, yang sehat dengan sensor terintegrasi dan kecerdasan buatan. Livio AI jauh lebih dari sekadar alat bantu dengar, ini adalah pintu gerbang menuju kesehatan, kebugaran yang lebih baik dan pada akhirnya, kualitas hidup yang lebih baik,’ katanya.

 Teknologi Hearing Reality baru memberikan pengurangan rata-rata 50 persen di lingkungan yang bising, upaya pendengaran yang berkurang secara signifikan, dan kejernihan bicara yang baru ditingkatkan, sementara penggunaan kecerdasan buatan dan sensor terintegrasi memungkinkannya untuk mengoptimalkan pengalaman pendengaran. Livio Al telah merevolusi apa artinya "mendengar lebih baik". (ANP)