Peringati Hari Bhakti Postel Ke-74, Loka Monitor SFR Kendari Gelar Donor Darah

• Saturday, 21 Sep 2019 - 11:01 WIB
Kepala Ditjen SDPPI Kendari Abdul Salam

KENDARI - Memperingati hari Bhakti Postel ke-74 tahun Loka Monitor SFR Kendari mengadakan berbagai rangkaian kegiatan seperti lomba tenis meja, lomba futsal, dan beranjang sana ke panti asuhan dan pesantren Tahfiz Quran di Kendari, serta kegiatan donor darah. Selain itu dilakukan pula sosialisasi perizinan E-licensing ISR.

Peringatan hari bhakti postel kali ini mengangkat tema "Digitaliasasi menuju industri 4.0". Kepala Loka Monitor SFR Ditjen SDPPI Kendari, Abdul Salam mengatakan, peringatan postel ke-74 tahun 2019, merupakan peringatan yang dilakukan semua unit Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kemeninfo) khusus perangkat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) di 34 provinsi seluruh indonesia, salah satunya di Kota Kendari provinsi Sulawesi Tenggara.

"Peringatan hari postel ini di setiap UPT  termasuk kami di Kendari melakukan berbagai kegiatan sosial dalam rangka memeriahkan peringatan tersebut," ungkap Abdul Salam usai acara sosialisasi dan donor darah di Kantor SDPPI di Kendari, Jumat (20/9/).

Ia menjelaskan, salah tugas UPT SDPPI adalah meningkatkan frekuensi radio, mengawasi dan mengendalikan frekuensi radio di wilayah Sulawesi Tenggara.

Secara umum pihaknya melihat pengguna frekuensi radio ada peningkatan kualitas maupun kuantitas. Dari sisi kuantitas dapat dilihat berdasarkan jumlah pengguna atau pemohon izin stasiun radio. Sementara sisi kualitas  dilihat makin adanya kesadaran untuk mematuhi penggunaan frekuensi radio sesuai ketentuan yang berlaku.

"Selain itu mereka juga menggunakan perangkat telekomunikasi yang sudah tersertifikasi," katanya.

Terkait sertifikasi sambungnya, pihaknya belum mengetahui jumlah yang pasti. Akan tetapi saat ini ada beberapa radio sudah tersertifikasi.

"Kita melihat pendengar radio dari zaman ke zaman mengalami sedikit penurunan pendengar, mungkin salah satunya disebabkan maraknya media sosial facebook, twiter dan instagram," pungkasnya. (La Ismeid)