Ketika Enam Developer Bersatu Membangun Koridor Timur Jakarta

• Wednesday, 2 Oct 2019 - 20:58 WIB

Jakarta - Enam developer besar Tanah Air berkomitmen untuk saling bahu membahu membangun Komite Koridor Timur Jakarta. Enam developer tersebut antara lain, Lippo Group, PT Summarecon Agung Tbk, PT PP Properti Tbk, Jababeka Group, Vasanta, dan PT Pollux Properti Tbk.

“Melalui Komite Koridor Timiur Jakarta ini, harapannya, sejumlah pengembang dapat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau plus point yang ada di koridor Timur Jakarta," tutur Albert Luhur, Executive Director PT Summrecon Tbk, di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Albert meyakini, dengan pembangunan infrastruktur yang masif, koridor Timur Jakarta akan menjadi koridor penting karena yang bakal terintegrasi hingga ke Jawa Timur. Terlebih, menurut ia, dari sisi harga wilayah timur Jakarta masih cukup affordable dibandingkan wilayah lainnya.

"Karena itu Timur Jakarta menjadi opsi investasi yang lebih baik untuk saat ini," terangnya.

Sementara itu, Sutedja S. Darmono, Director PT Jababeka Tbk mengatakan, pembentukan komite developer Timur Jakarta ini merupakan inisiasi enam developer yang resah melihat citra Timur Jakarta yang selama ini dicitrakan macet dan hanya untuk kawasan industri. Dan tentu saja hal ini berpengaruh terhadap pemasaran properti yang berada di kawasan tersebut.

"Padahal, image ini sebenarnya tidak tepat. Sebab, macet itu lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur. Dan, ke depannya, kemacetan tersebut nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur tersebut," terangnya.

Sementara terkait citra kawasan industri, Sutedja menyebut, koridor timur adalah light to medium industry yaitu kawasan indutri yang ringan atau tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. Sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian.
 
“Pada awal 2020 mendatang, diprediksi koridor timur akan semakin lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini. Bahkan, diprediksi efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40 persen," pungkasnya. (FYR)